BMKG Rilis Kondisi Udara, Waspada Gangguan Kesehatan Akibat Asap Serta Jarak Pandang

Pantauan alat kualitas udara di Stasiun Klimatologi Mempawah tertinggi sebesar 356.93 µg/m3 masuk dalam kategori berbahaya

BMKG Rilis Kondisi Udara, Waspada Gangguan Kesehatan Akibat Asap Serta Jarak Pandang
bmkg.go.id
Sebanyak 1075 titik Hotspot pada pagi ini tercatat oleh BMKG dari hasil olahan data pantauan Lapan sejak pukul 07.00 WIB 15 Agustus 2018, hingga pukul 07.00 WIB 16 Agustus 2018. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Stalkim BMKG Klimatologi Mempawah Wandayantolos merilis Kondisi kualitas udara di Stasiun Klimatologi Mempawah Kalimantan Barat hari ini (Senin, 20 Agustus 2018) hingga update data pukul 09.00 WIB, konsentrasi Particulate Matter (PM10) yang dianalisis berdasarkan pantauan alat kualitas udara di Stasiun Klimatologi Mempawah tertinggi sebesar 356.93 µg/m3 masuk dalam kategori berbahaya.

Pengamatan visibility maksimum tercatat kurang dari 100 m. Hal ini merupakan dampak lanjutan fase kering di Kalbar karena curah hujan yang di bawah normal sejak Juli 2018. Fase kering ini diikuti oleh kemunculan hotspot yang memicu kejadian kebakaran hutan dan lahan yang memproduksi asap.

Dirinya juga melansir secara umum curah hujan masih akan rendah hingga awal september. Diprediksi tren hujan baru akan naik pada pertengahan hingga akhir september 2018.

Baca: Kapolsek Mandor Minta Personelnya Galakkan Kembali Imbauan Bahaya Karhutla Pada Warga

Mengingat prakiraan curah hujan yang masih rendah/di bawah normal akan semakin meningkatkan potensi kemunculan asap yang dihasilkan oleh kebakaran hutan dan lahan.

"Asap tersebut akan semakin menurunkan kualitas udara hingga level sangat tidak sehat," ujarnya

Kualitas udara yang tidak sehat dapat mengganggu kesehatan terutama pernafasan.

Masyarakat dihimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker dan minum air putih yang cukup agar terhindar dari gangguan kesehatan. Selain masalah kesehatan, jarak pandang yang rendah akan mengganggu keselamatan transportasi baik di darat, laut maupun udara.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved