Komplek Perumahan di Serdam Terkepung Api, Penghuni Panik dan Ungsikan Barang-barang

Warga residance Borneo khatulistiwa mengungsikan barang-barang dari rumah mereka, dikarenakan api kebakaran lahan

Komplek Perumahan di Serdam Terkepung Api, Penghuni Panik dan Ungsikan Barang-barang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/IMAM NUR SATRIA
Api yang telah dipadamkan oleh petugas damkar dan kembali menyala akibat angin yang kencang sekitar 10 di belakang rumah warga tepatnya di residence Borneo khatulistiwa blok G. Sabtu (18/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nur Imam Satria

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Warga residance Borneo khatulistiwa mengungsikan barang-barang dari rumah mereka, dikarenakan api kebakaran lahan semakin mendekati rumah-rumah mereka tepatnya di Jln. Srikandi, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (18/8/2018).

Api yang mulai terlihat pada siang hari sekitar pukul 12.00, perlahan menjalar dituip angin dan mendekati pemukiman warga blok G residence Borneo khatulistiwa, yang membuat warga panik dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Menurut pengakuan Friska (31) satu diantara warga blok G yang ikut membentengi rumahnya dengan menyirami api, api mulai membesar dan membuat ia dan warga lainnya berusaha memadamkan api menggunakan ember dan selang air.

Baca: Lolos Verfak Dengan Jumlah Dukungan Terbanyak, Ini Kata Sukiryanto

"Api tadinya jauh saya pikir ga akan kesini, ternyata akibat angin api nya semakin lama semakin mendekat dan membesar dan disitu saya mulai panik dan berusaha sendiri buat nahan api biar ga nyampe ke rumah. Hingga petugas damkar datang membantu warga buat madamin api," ujar Friska saat ditemui didepan rumahnya bersama barang-barang yang telah diingatkannya keluar rumah.

Kejadian tersebut sempat membuat Friska kaget dan syok, ia tidak menyangka kebakaran lahan bisa membuat ia panik seperti itu. Karena memang awalnya ia tidak pernah menyangka jika api yang terbakar di lahan hutan daerah rumahnya bisa membesar dan hampir memakan rumah-rumah yang ada di sekitar blok G tersebut.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Dini warga residance Borneo khatulistiwa blok J, menurut Dini api juga sempat mendekati rumahnya akibat tiupan angin yang mengarah ke Blok J sekitar pukul 16.00 wib. Api yang semakin membesar sempat membuat ia dan keluarga panik dan berusaha menghalau api yang telah mendekati rumah dengan menyemprotkan air dengan selang.

"Tadinya api itu berada di belakang rumah warga blok G bang, eeh Sorean sekitar jam 4 sore gitu, api mendekat ke Blok J juga. Ya udah kita panik dan berusaha madamkan api, Alhamdulillah berkat angin juga api menjauh dari rumah, tapi sampai saat ini api masih nyala tapi di dalam hutan itu," tunjuk Dini ke arah lahan hutan dibelakang rumahnya.

Hingga tadi malam pukul 19.00 Wib, para petugas Damkar Kubu Raya dibantu oleh BPBD Kubu Raya, dan Bhabinkamtibmas Polsek Sui. Raya masih berjaga-jaga disekitar kawasan tersebut. Api yang terus menyala diakibatkan oleh angin, membuat para petugas terus berjaga hingga kondisi benar-benar dirasa aman.

Akibat kejadian itu warga residance Borneo khatulistiwa khususnya blok G dan J masih ikut berjaga di luar rumah mereka dan masih menunggu kepulan asap tebal di wilayah rumah mereka menipis.

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved