Berdayakan Pedagang Kecil, Alfamart Gelar Pelatihan Manajemen Ritel

Pemberian pelatihan Manajemen Ritel Bagi Pedagang Warung Tradisional pada para pelaku usaha atas dasar warung eceran

Berdayakan Pedagang Kecil, Alfamart Gelar Pelatihan Manajemen Ritel
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Foto bersama Wali Kota Pontianak,Sutarmidji dan jajaran pimpinan Alfamart. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) yang merupakan sebuah usaha ritel sukses di Indonesia melakukan kerjasama dengan Pemkot Pontianak untuk memberikan pelatihan pada 100 pelaku Usaha Makro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini bagian dari Corporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaan dalam membina masyarakat dengan cara berbagi ilmu.

Pemberian pelatihan Manajemen Ritel Bagi Pedagang Warung Tradisional pada para pelaku usaha atas dasar warung eceran yang menjual kebutuhan sehari-hari kerap kali menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memulai usaha.

Baca: Selain Berupaya Lakukan Pemadaman Karhutla, Polisi Kalbar Gelar Sholat Istisqa Minta Hujan

Corporate Communication General Manager Alfamart, Ivan Hermawan menerangkan selain modal yang relatif kecil, pengelolaan yang dianggap mudah, dan keuntungan yang relatif besar menjadi faktor penyebab orang tertarik memiliki usaha warung eceran. Namun sayangnya, tidak sedikit usaha mikro kecil dan menengah tersebut yang tidak berkembang, bahkan merugi karena pengelolaan yang tidak baik.

Ivan menerangkan penyebab kerugian yang dialami oleh pelaku usaha dikarenakan tidak adanya pencatatan dan pemisahan antara barang yang menjadi modal usaha dengan yang dikonsumsi sendiri.

Kondisi ini mendorong Alfamart sebagai ritel modern untuk menjalankan pelatihan manajemen ritel yang dapat diikuti oleh pemiliki usaha warung, tak hanya mereka yang bergerak di usaha penjualan barang kelontong, usaha lainnya juga diikut sertakan.

“Tujuannya, mengajak para UMKM khususnya yang juga memiliki bisnis ritel untuk memahami manajemen ritel modern. Ritel tradisional dan ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi,” ,” tutur Corporate Communication General Manager Alfamart, Ivan Hermawan.

100 orang pelaku UMKM mendapat bimbingan intensif terkait materi manajemen penataan barang, pengaturan stok barang, manajemen keuangan (cash flow), tips mengamati tren pasar terkait produk yang sedang diminati serta pelayanan kepada konsumen.

Menurut Ivan, mayoritas para pedagang telah menjalankan usahanya sesuai dengan prinsip manajemen ritel modern, namun tidak mengetahui mengapa hal tersebut harus dilakukan.

"Contohnya dalam hal menata atau mendisplay barang dagangan. Mayoritas pemilik warung tak menerapkan prinsip penanggalan kadaluwarsa produk atau yang dikenal dengan first in first out dan tidak memisahkan antara produk makanan dan bukan makanan," ujarnya.

Padahal penataan barang dengan mengacu pada penanggalan kadaluwarsa dapat membantu kita memastikan produk layak jual.

“Bukan hanya menjaga kebersihan, pemilik warung harus segera mengisi barang yang cepat habis, agar jangan terjadi lost sales atau kehilangan potensi penjualan,” jelas Ivan.

Selain itu, dijelaskannya juga mengenai Alfamart memiliki program yang berorientasi membantu usaha mikro kecil dan menengah dengan membantu pemenuhan pasokan barang melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA).

Setiap uelaku usaha dapat memperoleh barang yang harganya lebih murah dan dipastikan dibawah harga jual gerai Alfamart.

Sehingga pelaku usaha dapat mengambil keuntungan atau menjual sama bahkan lebih murah dari gerai Alfamart.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved