Dukung Penuh Produksi Benih Padi Lokal Petani di Sambas, Ini Harapa Distan TPH

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan-TPH) Provinsi Kalimantan Barat menegaskan dukungan penuh terhadap para petani Kabupaten Sambas

Dukung Penuh Produksi Benih Padi Lokal Petani di Sambas, Ini Harapa Distan TPH
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Heronimus Hero. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan-TPH) Provinsi Kalimantan Barat menegaskan dukungan penuh terhadap para petani Kabupaten Sambas untuk hasilkan dan produksi benih padi lokal.

Kepala Distan TPH Kalbar Heronimus Hero berharap benih padi lokal yang dihasilkan jadi solusi atasi kebutuhan para petani Kalbar. Selama ini sumber benih padi Kalbar disuplai dari luar Pulau Kalimantan Barat seperti Sulawesi, Sumatera dan Jawa.

Baca: Pegadaian Terima Gadai Tupperware, Member Harap Omzet Meningkat 100 Persen

“Suplai benih selama ini terpenuhi, tapi asal luar Kalbar. Semoga ini bisa jadi solusi nantinya. Saya apresiasi Kelompok Tani Dare Nandung 1 Desa Semparuk, Sambas yang telah berhasil panen perdana padi varietas Situ Patenggang yang akan dimanfaatkan sebagai benih padi. Benih padi itu dihasilkan secara swadaya,” ungkapnya, Minggu (12/8/2018).

Heronimus menambahkan saat panen perdana itu, dirinya ikut datang menyaksikan ke Sambas. Terkait benih padi asal luar Kalbar, ketika ditanam belum tentu cocok dengan lahan pertanian Kalbar.

“Kondisi iklim dan tanah di Jawa berbeda dengan di Kalimantan. Mungkin benih itu ketika ditanam di Jawa cocok, tapi ketika dibawa ke Kalbar tidak sesuai,” terangnya.

Heronimus berharap pengembangan penangkaran benih padi lokal di Sambas kian produktif dan berkembang dari hari ke hari. Termasuk mencukupi kebutuhan benih padi Kalbar yang mencapai rata-rata 590 hektare setiap tahun.

"Produksi benih lokal di Kalbar saat ini baru mampu memenuhi 20 persen dari total kebutuhan. Sisanya, 80 persen masih didatangkan dari luar Kalbar,” imbuhnya.

Ia punya target benih padi lokal yang dihasilkan mencapai angka 30 persen di tahun depan. Produksi benih lokal diharap terus bertambah dari tahun ke tahun.

“Distan-TPH Kalbar memberi dukungan dengan pendampingan penangkar benih untuk sertifikasi benih yang dihasilkan seperti di Desa Semparuk Kecamatan Semparuk,” jelasnya.

Pihaknya menugaskan pengawas benih tanaman agar benih yang dihasilkan benar-benar bisa masuk kategori disertifikasi.

“Kalau sudah disertifikasi tentu ada jaminan masyarakat bahwa itu memang benih bermutu. Kita ada unit pelayanan teknis untuk perbanyakan benih,” tandasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved