Pontianak Bisa Kirim Dua Perwakilan Untuk Masak Ikan Depan Presiden dan Menteri

Kali ini ada sistem perlombaan, ada yang dimasak di lokasi acara dan ada juga masakan yang dibawa dari rumah.

Pontianak Bisa Kirim Dua Perwakilan Untuk Masak Ikan Depan Presiden dan Menteri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Ketua Pontianak Culenary Profesional Indonesia (PCPI) Pontianak, Ajis Surya Laksana(45) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ada beberapa kriteria penilaian yang dilakukan dewan juri terhadap kreasi masak berbahan dasar ikan dalam Lomba Masak Ikan Nusantara (LMIN).

Ketua Pontianak Culenary Profesional Indonesia (PCPI) Pontianak, Ajis Surya Laksana(45) menjelaskan pergelaran Lomba Masak Ikan Nusantara ini diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari umum dan profesional.

Baca: Latihan Persipon Jelang Hadapi PSBK Blitar

"Peserta ada 45, dari umum 30 dan profesional dalam ada 15 peserta. Perserta ini berasal dari berbagai latar belakang mulai dari chep restoran hotel dan ibu rumah tangga," ucap Ajis Surya Laksana, Kamis (9/8/2018).

Kali ini ada sistem perlombaan, ada yang dimasak di lokasi acara dan ada juga masakan yang dibawa dari rumah.

"Sementara makanan yang dimasak dirumah mereka terserah asalkan berasal dari seafood. Ada dua perlombaan masak di tempat acara yang telah ditentukan yaitu masak ikan nila pindang kuning dan ada juga yang dimasak dirumah yang bebas masakannya," jelasnya.

Panitia akan menetapkan pemenangnya mulai dari 1-3 dan kemungkinan Kalbar bisa mengirim dua perwakilan ditingkat nasional nanti. Pasalnya dari 10 provinsi yang ditunjuk hanya enam daerah yang melaksanakan.

"Kemungkinan besar Pontianak akan mengirim dua perwakilan. Semua peserta baik profesional maupun yang umum sama-sama mempunyai kesempatan masuk final," tambahnya.

Sementara penilaian akan dilakukan oleh dua perwakilan dari Jakarta, satu dari lembaga masak koki dan satunya pihak staf kepresidenan serta juri dari Pontianak yang merupakan persatuan GM hotel yang ada di Pontianak.

"Poin yang dinilai pertama rasa, penampilan dan kebersihan. Paling besar tentunya rasa, sedangkan penampilan bisa diperbaiki nanti di dapur femina untuk dikreasikan lagi," jelasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved