Unicef Sebut Media Berperan Besar Sukseskan Kampanye Imunisasi MR

satu dolar vaksin campak yang diberikan tersebut kepada satu orang, maka bisa menghemat 58 dolar bagi orang tersebut untuk biaya ke Rumah Sakit.

Unicef Sebut Media Berperan Besar Sukseskan Kampanye Imunisasi MR
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Peserta Editor Meeting berfoto bersama dengan para narasumber yang membahas tema Kampanye Imunisasi MR di Kalimantan Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nina Soraya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perwakilan UNICEF, Tomi Soetjipto, mengapresiasi keberanian Indonesia dalam melakukan Imunisasi Massal Campak-Rubella ( Measle Rubella/MR).

Mengingat Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang tentu bisa dibayangkan tantangan geografis yang dihadapi oleh negara ini dalam menyukseskan Indonesia bebas campak dan Rubella pada 2020.

Menurutnya meski jumlah anak yang mesti diimunisasi tidak sebanyak di India, tapi negara ini paling kompleks.

Baca: BMKG Berikan Penjelasan Soal Gempa Lombok 147 Kali

Baca: Klub-klub RX King Galang Dana Peduli Gempa NTB

"Jadi ini adalah imunisasi massal dan kompleks. Bisa dilihat dari tantangan untuk mengantarkan logistik, tenaga medis ada yang harus menyusuri sungai, melewati pegunungan. Pemerintah Indonesia sangat berani dibanding negara lainnya," ungkapnya di forum Editor Meeting Kampanye Imunisasi MR di Kalimantan Barat, di Hotel Santika Pontianak, Senin (6/8/2018).

Pemerintah Indonesia saat ini tengah memasuki Fase kedua pelaksanaan Imunisasi Measle Rubella (MR). Fase pertama berlangsung pada Agustus-September 2017 dengan memfokuskan di wilayah Pulau Jawa. Di fase kedua yang dimulai pada Agustus-September 2018 ini berlangsung di wilayah luar Pulau Jawa.

"Sekarang ini di Asia, Bhutan sudah dinyatakan bebas campak dan rubella, kalau di sana kan tantangan tidak seberat di Indonesia. Lalu sekarang Timor Leste akan mengklaim negaranya bebas campak- rubella," kata Tomi.

Baca: Lombok Diguncang Gempa 147 Kali, BMKG Berikan Penjelasan

Baca: Gempa Mengguncang, Imam Ini Tetap Lanjutkan Salatnya dengan Khusyuk

Dia menyampaikan Kampanye Imunisasi MR ini menjadi kampanye untuk investasi ekonomi tinggi. Menurutnya ini berdasarkan penelitian dari WHO yang menyatakan, satu dolar vaksin campak yang diberikan tersebut kepada satu orang, maka bisa menghemat 58 dolar bagi orang tersebut untuk biaya ke Rumah Sakit.

"Target pemerintah kan 31,9 juta anak yang akan divaksin, maka ini investasi tinggi untuk kesehatan anak," katanya.

Terkait program Imunisasi MR,maka UNICEF melakukan satu di antaranya adalah melakukan media monitoring. Hal ini didasari peran besar media dalam mendukung hal tersebut.

Dia menyampaikan contoh terkait pemberitaan yang terjadi di daerah di pulau Jawa yakni dua sekolah menolak pemberian imunisasi MR tersebut.

"Ini berita tahun lalu. Dua sekolah tersebut menolak dan dalam berita itu disampaikan alasan penolakan apa. Ternyata dampaknya, Menkes menurunkan sembilan orang timnya dari Jakarta untuk mengetuk pintu di sana secara langsung. Ada solusi akhirnya dan sekitar 200 anak disana bisa mendapatkan imunisasi MR. Jadi inilah dampak positif pemberitaan yang kita rasakan," ujarnya.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved