Kaltara Usulkan 616 Formasi Guru PNS, Ini Prioritas Yang Dibutuhkan

Alhamdulillah sudah terpenuhi minimal 3 guru PNS. Satuan pendidikan itu bisa jalan kalau minimal ada 3 PNS di dalamnya

Kaltara Usulkan 616 Formasi Guru PNS, Ini Prioritas Yang Dibutuhkan
KOLASE/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
CPNS 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TANJUNG SELOR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara mengusulkan 616 guru dalam pengadaan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) usulan Pemprov Kalimantan Utara kepada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) tahun 2018.

Sedang keseluruhan usulan formasi Kalimantan Utara ke Kemenpan RB mencapai 1.770 formasi. Kepala Disdikbud Kalimantan Utara Sigit Muryono menjelaskan, jika usulan 616 guru itu dipenuhi, maka akan dialokasikan bagi sekolah-sekolah yang berada di remote area atau pedalaman dan perbatasan.

"Yang paling banyak membutuhkan guru PNS adalah di Malinau dan SMA di dalam kota. Karena ada sekolah yang guru PNS-nya hanya 3 (tiga) orang," kata Sigit Muryono kepada Tribunkaltim.co, Selasa (7/8/2018).

Beberapa sekolah di pedalaman dan perbatasan Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan kata Sigit awalnya hanya memiliki 1 (satu) orang PNS. Selebihnya non-PNS.

Baca: Tebas Anggota Propos di Bagian Paha dengan Parang, Polisi Lumpuhkan Pelaku dengan Tembakan

Beruntung belum lama ini ada tambahan PNS dari program Guru Garis Depan sebanyak 39 orang dan tambahan PNS hasil seleksi CPNS Pemprov Kalimantan Utara tahun 2017 kemarin sebanyak 60 orang.

"Alhamdulillah sudah terpenuhi minimal 3 guru PNS. Satuan pendidikan itu bisa jalan kalau minimal ada 3 PNS di dalamnya," ujarnya.

Tiga PNS itu masing-masing memegang posisi Kepala Sekolah, Bendahara, dan Penatausahaan Keuangan.

"Bendahara itu harus PNS karena menyangkut uang negara yang dikelola," sebutnya.

Lantas selain memprioritaskan pemenuhan guru PNS di Malinau dan Nunukan, formasi 616 itu selanjutnya diprioritaskan dalam pemenuhan guru SMK jenis mata pelajaran produktif seperti Teknis Mesin, Teknik Bangunan, dan sejenisnya.

Baca: Hadiri Sosialisasi UU Nomor 43 Tahun 2017, Martin: Minat Baca Masyarakat Berkurang

"Kalau guru normatif seperti guru Agama, Pendidikan Pancasila, Penjaskes itu sudah cukup. Dan yang perlu juga sedikit adalah guru adaptif seperti Kimia, Fisika, dan Biologi," ujarnya.

Sebetulnya jumlah guru satuan pendidikan menengah di Kalimantan Utara kata Sigit sudah cukup. Yang kurang adalah jumlah guru berstatus PNS. Selama ini proses belajar mengajar di SMA/SMK dan SLB di Kalimantan Utara ikut ditopang oleh 543 guru dan pegawai honorer.

"Jadi sebetulnya jumlah guru kita cukup. Tetapi jumlah guru PNS-nya yang kurang," sebutnya.

Jika usulan 616 formasi guru PNS itu disetujui oleh Kemenpan RB, ia optimistis persoalan guru di Kalimantan Utara sudah tuntas.

"Tinggal bagaimana lagi meningkatkan kualitas lulusan. Kita ingin lulusan SMA kita makin diminati di perguruan tinggi. Begitu juga lulusan SMK kita diminati dan banyak diserap di dunia industri dan dunia usaha," katanya.

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved