Antisipasi Dampak Buruk Kemarau Bagi Peternak Ikan Keramba, Ini Langkah Bidang Perikanan Mempawah

Memasuki masa musim kemarau, Peternak Ikan Keramba apung di Sungai Mempawah sudah mulai was-was

Antisipasi Dampak Buruk Kemarau Bagi Peternak Ikan Keramba, Ini Langkah Bidang Perikanan Mempawah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Kepala Bidang Perikanan Teddy Prawoto saat di temui Tribun Pontianak di Kantornya. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Memasuki masa musim kemarau, Peternak Ikan Keramba apung di Sungai Mempawah sudah mulai was-was akan berbagai dampak buruk yang akan menyebabkan ikan-ikan mati.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah, melalui Kepala Bidang Perikanan Teddy Prawoto mengatakan, pihaknya dalam memasuki masa kemarau inipun telah mengambil langkah - langkah untuk pencegahan.

"Ini sudah fenomena alam, Kami sudah memberikan himbauan langsung dan mengingatkan kepada para Peternak ikan Keramba apung ini, untuk mengurangi produksi ikan mereka,"ujarnya. Selasa (07/08/2018).

Baca: Polresta Pontianak Periksa IT Pelaku Penganiaya Anak Angkat Hingga Tewas

Dirinya pun mengatakan bahwa di musim kemarau seperti ini kerap terjadi penangkapan ikan di hulu sungai dengan menggunakan racun.

selain itu kerap pula terjadi fenomena mengalirnya air dengan kadar asam yang tinggi.

Kemudian, Tedi pun mengatakan, aktivitas Penambangan Tanpa Ijin (PETI) di beberapa wilayah hulu sungai pun akan sangat berdampak langsung bagi ikan - ikan di keramba apung Mempawah.

"Pada saat musim kemarau begini, ada kebiasaan orang yang menangkap ikan itu menggunakan racun, kemudian, kalau sudah lama kemarau, lalu hujan, maka terjadilah fenomena mengalirnya air dari asam dari darat, dan asamnya ini luar bisasa, dan ini tidak bisa di hindari dan terjadi selama puluhan tahun dan setiap tahun seperti itu,"ujarnya.

Teddy kembali mengatakan, bila sudah terjadi demikian pihaknya hanya bisa memberikan himbauan kepada para Peternak Ikan untuk mewaspadai akan hal ini, dengan mengurangi jumlah produksi ikan di keremba masing - masing, untuk mengurangi kerugian yang terlalu besar.

Dirinya mengklaim bahwa pihaknya sudah kerap melakukan sosialisasi kepada para nelayan sungai di daerah hulu sungai, agar tidak menangkap ikan dengan menggunakan racun, karena hal ini dapat menimbulkan efek buruk di hilir sungai.

"Kami mengingatkan nelayan - nelayan sungai agar tidak menggunakan potasium, dan hal - hal yang di larang,"ujarnya.

Dan untuk aktivitas PETI,pihaknya sudah kerap berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mentertibkan hal ini agar tidak berdampak pada lingkungan lebih parah.

"Kalau sudah terlalu pekat zat - zat ini, jadi kotoran ini sampai melekat ke Insang ikan ini,"pungkasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved