63 Orang Ikuti Bimtek Penyuluh Pertanian
Pemerintah Kabupaten Ketapang menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek)
Penulis: Subandi | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Pemerintah Kabupaten Ketapang menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) dan peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian, peternakan dan perkebunan di aula Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Ketapang, Senin (6/8/2018).
63 orang utusan dari Balai Penyuluh Pertanian se Kabupaten Ketapang megikuti kegiatan itu. Para peserta mendapat arahan dan motivasi dari Bupati Ketapang, Martin Rantan tentang pentingnya pemahaman visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Ketapang.
Terutama yang telah ditetapkan menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sehingga menjadi rambu rambu kebijakkan pembangunan Pemerintah. Menurut Bupati peningkatan tenaga penyuluh pertanian, peternakan dan perkebunan.
Baca: Unjuk Kebolehan, 26 Paskibra Pemangkat Kibarkan Bendera di Kantor Bupati Mempawah
Tentu merupakan upaya bimbingan teknis pembinaan dan pembekalan bagi penyuluh pertanian, peternakan dan perkebunan. Tujuannya guna meningkatkan kualitas sumber daya tenaga penyuluh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini dilakukan dalam rangka menindak lanjuti visi misi Pemkab Ketapang yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat yang berkualitas dan undang undang nomor 16 tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian.
Bahwa untuk meningkakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan handal. Serta berkemampuan manegerial kewirausahaan dan bisnis. Oleh karena itu diperlukan peningkatan kapasitas tenaga peyuluh tersebut.
“Penyuluh sebagai salah satu aparat pemerintah yang bertugas did esa sebagai ujung tombak pembangunan,” kata Bupati melalui rilis Peliputan Kehumasan dan Protokol Setda Ketapang, Alwi Adi kepada Tribun di Ketapang, Senin (6/8).
Baca: Unjuk Kebolehan, 26 Paskibra Pemangkat Kibarkan Bendera di Kantor Bupati Mempawah
“Dalam menjalankan tugas pokoknya guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan merubah sikap dalam berusaha tani yang lebih baik sangat diperlukan informasi dan pemahaman program yang akan dilaksanakan,” lanjut Bupati.
Penyuluh pertanian sebagai bagian integral pembangunan pertanian merupakan salah satu upaya pemberdayaan petani. Serta pelaku usaha pertanian lain untuk dapat meningkatkan produktifitas pendapatan dan kesejahteraannya.
“Penyuluh pertanian dapat mengakomodasikan aspirasi dan peran aktif petani. Serta pelaku usaha petanian melalui pendekatan partisipasif,” terang Martin.
Pengembangan pertanian dimasa mendatang perlu memberikan perhatian khusus terhadap penyuluh pertanian. Lantaran penyuluh pertanian meruapakan salah satu kegiatan yang strategis dalam upaya mencapai tujuan pembangunan pertanian.
Bupati berharap melalui kegiatan penyuluhan para petani dapat ditingkatkan kemampuan dalam mengelola usaha taninya dengan produktif efisien dan menguntungkan. Sehingga petani dan keluarggnya dapat meningkatkan kesejahteraannya.
Hal tersebut lah yang merupakan tujuan utama pembangunan pertanian. Sebab merupakan suatu keharusan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan papan. Serta bahan baku industri memperluas lapangan kerja dan lapangan berusaha.
Semua tentu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Penyuluh dituntut untuk mampu menggerakan masyarakat dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” tutur Bupati menyampaikan sambutan saat acara Bimtek itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bimtek_20180806_165044.jpg)