PMII Kalbar Pertanyakan APBD Kalbar Defisit Saat Dapat Predikat WTP 5 Kali Berturut-turut

Tapi anehnya dipertengahan semester tahun 2018, Anggaran dan Pendapatan Biaya Daerah atau APBD malah terancam defisit.

PMII Kalbar Pertanyakan APBD Kalbar Defisit Saat Dapat Predikat WTP 5 Kali Berturut-turut
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Umum dan Sekretaris Umum PKC PMII Kalbar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memperoleh laporan Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP selama lima kali berturut-turut dalam hal pengolaan anggaran.

Tapi anehnya dipertengahan semester tahun 2018, Anggaran dan Pendapatan Biaya Daerah atau APBD malah terancam defisit.

Sejumlah kalangan mempertanyakan kondisi ini, termasuk Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kalbar.

“Kami telah membaca di media penjelasan Pj Gubernur Kalbar terkait APBD yang berpotensi defisit, salah satunya karena pembagian Tunjangan Hari Raya kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD,” kata Biro Hukum dan Kajian Publik PKC PMII Kalbar Bahtiar, Sabtu (4/8/2018).

Baca: LIVE STREAMING Bali United Vs PSIS Semarang, Tuan Rumah Penasaran Tim Promosi

Ia juga mengajak berbagai kalangan mempertanyakan secara mendalam terkait pengelolaan keuangan tersebut.

“Semestinya antara alokasi atau pagu belanja dengan pengeluaran sudah bisa diprediksi dari awal dan bahkan biasanya ada anggaran cadangan,” katanya.

Menurutnya yang tidak habis dimengerti, ini malah berpotensi defisit, lanjutnya.

Baginya, pengelolaan anggaran harusnya dari awal perencanaan sudah matang.

“Apa yang ingin kita bangun, sesuaikan anggaran yang kita punya dan melakukan kerja sama dengan DPRD,” ungkapnya. Karena bila itu yang dilakukan, tidak akan ada masalah kalau anggaran yang ada betul tepat sasaran dan pembangunan disesuaikan dengan yang direncanakan, tambah Bahtiar.

Bahtiar juga meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK untuk turun langsung dan memeriksa terkait kondisi yang terjadi di Pemrov Kalbar.

“Jika kasus ini belum selesai, kami tidak segan turun jalan menyampaikan aspirasi masyarakat dengan mempertanyakan secara langsung kepada Pemrov Kalbar,” pungkasnya.

Penulis: Madrosid
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved