Lasaloka KSB Usulkan Moeis Hasan jadi Pahlawan Nasional

Mereka bukan saudara atau kerabat. Meskipun pernah berkiprah bersama dalam satu organisasi, tapi mereka berbeda sikap politik

Lasaloka KSB Usulkan Moeis Hasan jadi Pahlawan Nasional
ISTIMEWA
Abdoel Moeis Hassan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMARINDA ‑ Lembaga Studi Sejarah Lokal Komunitas Bahari (Lasaloka‑KSB) mengusulkan agar Abdoel Moeis Hassan diangkat menjadi Pahlawan Nasional dari Kalimantan Timur. Berkas usulan calon Pahlawan Nasional tersebut sudah diserahkan ke Walikota Samarinda, Syaharie Jaang di rumah jabatan Walikota Samarinda, Jalan S Parman, Jumat (3/8) kemarin.

Berkas yang diterima Jaang, akan menindaklanjuti usulan yang disampaikan, sesuai peraturan dan perundang‑undangan yang berlaku. Hal ini tertuang dalam berita acara yang ditandatangani Walikota Samarinda Syaharie Jaang dan Koordinator Deklarator Muhammad Sarip. didampingi Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda Masrullah, dan perwakilan Dinas Sosial.

Dalam kesempatan tersebut, tim Lasaloka‑KSB yang didampingi Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kaltim juga menyerahkan berkas "Deklarasi Usulan Calon Pahlawan Nasional AM Hassan dari Kaltim".

Baca: Buka Pendaftaran Capres dan Cawapres, Ini Ketentuannya Menurut Peraturan KPU nomor 22 tahun 2018

Selain itu, surat pernyataan dukungan tokoh masyarakat berdasarkan hasil "Seminar dan Bedah Buku Mengungkap Peran Sentral Moeis Hassan dalam Sejarah Perjuangan dan Revolusi di Kalimantan Timur" pada tanggal 2 Juni 2018 di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kaltim.

Termasuk, buku monograf mengenai biografi dan uraian perjuangan Abdoel Moeis Hassan yang diterbitkan Lasaloka‑KSB berjudul Moeis Hassan dalam Sejarah Perjuangan dan Revolusi di Kalimantan Timur (ISBN: 978‑602‑5431‑22‑7), serta 2 buku referensi lainnya yang berjudul Samarinda Tempo Doeloe Sejarah Lokal 1200‑1999 (ISBN: 978‑602‑60453‑4‑8) dan Dari Jaitan Layar sampai Tepian Pandan: Sejarah Tujuh Abad Kerajaan Kutai Kertanegara (ISBN: 978‑602‑5431‑15‑9).

Naskah Deklarasi Usulan Calon Pahlawan Nasional sendiri dibuat dan ditandatangani oleh empat deklarator yakni Muhammad Sarip, Fajar Alam, Arief Rahman, dan Nabila Nandini.

Baca: Avanza Nyebur Parit, Ini Penuturan Pengendara Mobil

Kemudian, sepuluh tokoh masyarakat yang kredibel yaitu Mohammad Asli Amin, Slamet Diyono, Suparmin, G. Simon Devung, Ellie Hasan, Maria Teodora Ping, Aksan Al‑Bimawi, Chai Siswandi, Awang Aria Erlisatria, dan Yeremia Ledi memberikan dukungannya dalam pernyataan tertulis.

Sementara hasil seminar dan bedah buku mengenai Moeis Hassan tanggal 2 Juni 2018 yang disampaikan, ditandatangani oleh Nabila Nandini, moderator seminar tersebut.

Ketua Lasaloka‑KSB Fajar Alam mengatakan, bahwa saat ini belum ada satupun nama Pahlawan Nasional yang berasal dari Kaltim. Sebenarnya, kata Fajar, Kaltim sudah pernah mengusulkan beberapa nama, salah satunya Awang Long. Namun dalam perjalanannya, usulan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh Pemerintah Pusat.

Lasaloka‑KSB sendiri, kata Fajar, sehari‑seharinya memang bergerak di bidang riset dan penulisan buku tentang kesejarahan lokal, baik di Samarinda dan Kaltim. "Kaltim menjadi satu dari sedikit provinsi di Indonesia yang belum punya Pahlawan Nasional. Ada beberapa usulan yang disampaikan Pemprov Kaltim. Tapi tidak lolos di tahapan berikutnya," beber Fajar.

Halaman
12
Editor: Jamadin
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved