3 Top News

TERPOPULER - Sanksi Berat PSSI, Penawar Racun Ular, hingga Persib Loyo di Bursa Transfer

Berikut ini kami rangkum berita terpopuler di portal Tribunpontianak.co.id, sepanjang Kamis 2 Agustus 2018:

TRIBUNPONTIANAK.co.id/Marlen Sitinjak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sepanjang, Kamis (2/8/2018) kemarin, Tribunpontianak.co.id menyajikan beragam informasi yang terjadi di Kalimantan Barat (Kalbar), nasional, mancanegara, politik, hiburan, tips, kesehatan hingga seputar olahraga.

Artikel seputar informasi olahraga ternyata masih menjadi pilihan utama pembaca. 

Kemudian kabar terkini selebritis Tanah Air dan tentu saja berita mengenai Kalbar.

Baca: RAMALAN ZODIAK - Lakukan Ini untuk Cegah Kecemasan dan Krisis Kepercayaan

Baca: Persib Bandung Vs Sriwijaya FC: Prediksi Susunan Pemain, Mario Gomez Duetkan Wanggai-Bauman

Baca: Tak Terima Anaknya Disetubuhi, Orangtua Siswi SMA Laporkan Pria Ini ke Polisi

Berikut ini kami rangkum berita terpopuler di portal Tribunpontianak.co.id, sepanjang Kamis 2 Agustus 2018:

21 Poin Hasil Sidang Komdis PSSI

Sepak Bola Indonesia, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merilis hasil sidang Komite Disiplin (Komdis) yang diputuskan pada 1 Agustus 2018.

Tercatat ada lima pemain dari klub kontestan Liga 1.

Tiga pemain Liga 2 dan dua ofisial Kalteng Putra (Liga 2).

Adapun sanksi yang dijatuhkan yakni larangan bermain dan denda uang.

Lima pemain Liga 1 yang terkena sanksi yakni striker andalan Persib Bandung yang juga top skor sementara, Ezechiel Ndousel.

Adapun sanksi yang dijatuhkan yakni, larangan bermain selama 2 (dua) pertandingan dan denda Rp 20.000.000.

Kemudian ada, Pemain Persija Jakarta, Ivan Carlos, Wawan Hendrawan (Bali United FC), Muhammad Hidayat (Persebaya Surabaya), dan pemain Bhayangkara FC, Wahyu Subo Seto.

Dikutip dari laman resmi PSSI, Berikut Hasil Lengkap Sidang Komdis, 1 Agustus 2018: 

1. Pemain Persib Bandung, Ezechiel Ndousel

- Nama kompetisi: Liga 1 2018
- Pertandingan: Barito Putera vs Persib Bandung
- Tanggal kejadian: 22 Juli 2018
- Jenis pelanggaran: Memukul pemain lawan
- Hukuman: Sanksi larangan bermain selama 2 (dua) pertandingan dan denda Rp 20.000.000

2. Persebaya Surabaya

- Nama kompetisi: Liga 1 2018
- Pertandingan: PSIS Semarang vs Persebaya Surabaya
- Tanggal kejadian: 22 Juli 2018
- Jenis pelanggaran: Pelemparan botol
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 75.000.000

3. Persebaya Surabaya

- Nama kompetisi: Liga 1 2018
- Pertandingan: PSIS Semarang vs Persebaya Surabaya
- Tanggal kejadian: 22 Juli 2018
- Jenis pelanggaran: Melanggar fair play
- Hukuman: Sanksi denda Rp 50.000.000

4. PSIS Semarang

- Nama kompetisi: Liga 1 2018
- Pertandingan: PSIS Semarang vs Persebaya Surabaya
- Tanggal kejadian: 22 Juli 2018
- Jenis pelanggaran: Masuk ke shuttle ban
- Hukuman: Teguran keras

Klik: NOMOR 5 HINGGA 21

Ezechiel N'douassel
Ezechiel N'douassel (PERSIB.co.id/Ferri Ahrial)

Bursa Transfer Pemain Liga 1

Jendela bursa transfer pemain Liga 1 2018 telah ditutup, Kamis (2/8/2018).

Pemuncak klasemen sementara, Persib Bandung pun tampaknya harus puas dengan perburuan pemain yang dilakukannya pada paruh kedua Liga 1 2018.

Pasalnya, perburuan pemain dari luar klub terhenti dari perekrutan Patrich Wanggai.

Eks Sriwijaya FC itu diikat oleh manajemen klub Persib selama enam bulan atau separuh musim.

Manajemen masih membuka peluang, andai pemain kelahiran Nabire, Papua itu menunjukkan progres yang positif.

Nama lainnya, Persib mempromosikan M Wildan Ramdani dari Diklat Persib ke tim senior.

Maung Bandung hanya bisa gigit jari, setelah gagal mendaratkan pemain incaran, Eseteban Vizcarra yang memilih untuk tetap membela Sriwijaya FC musim ini.

Sementara itu, nama-nama pemain seperti Ezra Walian, Marco Sandy Meraudje, dan Bayu Gatra gencar dikaitkan dengan tim berjuluk tim Maung Bandung.

"Kita tidak akan tambah pemain lagi, jadi mungkin kita ambil dari pemain muda, dari Persib junior. Saya lebih baik bawa pemain muda dari pada memaksakan yang tidak ada," ujar Mario Gomez setelah memimpin latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (2/8/2018).

Mario Gomez berencana, menambah dua sampai tiga pemain yang ada di Persib U-19 untuk bergabung diputaran kedua.

Mario Gomez dan Patrich Wanggai
Mario Gomez dan Patrich Wanggai (Screenshot Instagram@persib_official)

Klik: SELENGKAPNYA

Tips Atasi Gigitan Ular Berbisa

Bukan rahasia umum bila ular merupakan salah satu binatang yang paling ditakuti oleh masyarakat Indonesia.

Di Indonesia sendiri terdapat banyak jenis ular, baik yang tak berbisa maupun berbisa.

Bahkan di Indonesia, terdapat beberapa jenis ular berbisa yang dinilai paling berbahaya dan mematikan.

Gigitan atau bisa dari ular-ular tersebut sangat berbahaya dan mematikan.

Bila terkena gigitan atau bisa dari ular, segeralah melakukan tindakan cepat untuk menghindari risiko kematian.

Pengaruh Gigitan

Gigitan dari Kobra dan Viper sangat menyakitkan dan membuat masalah yang cukup serius jika tak segera ditangani.

Namun gigitan dari Kraits, ular laut, dan ular Colubrid efeknya tak akan segera terasa oleh korban.

Meskipun begitu gigitan dari dua ular tersebut tetap dapat menimbulkan masalah fatal.

Dalam kasus gigitan ular jenis Colubrid, gejala serius biasanya akan muncul dalam waktu lama dan bahkan membutuhkan lebih dari satu hari.

Efek klinis berkisar dari kelumpuhan, gangguan darah seperti pembekuan atau pendarahan yang berlebihan.

Pengobatan

1. Jangan membuang waktu

Jangan menyerahkan pengobatan kepada bukan ahlinya.

Segeralah bawa korban ke rumah sakit. Korban harus beristirahat sebanyak mungkin.

2. Fasilitas rumah sakit lengkap

Pastikan rumah sakit tersebut dilengkapi dengan peralatan untuk membantu pernapasan, pemantauan jantung dan keadaan darurat resusitasi.

Ini untuk mengatasi efek gagal pernafasan dan jantung akibat gigitan cobra atau krait.

Korban kemungkinan juga akan membutuhkan fasilitas untuk menangani transplantasi darah, plasma dll dan dialisis.

Dalam hal ini gigitan oleh ular berbisa atau colubrid yang dapat menyebabkan gagal ginjal.

Klik:  TIPS SELENGKAPNYA

Ilustrasi

Informasi Penting dari BPJS Kesehatan

Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan per 25 Juli 2018 menerapkan tiga implementasi aturan, pertama Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Katarak Dalam Program Jaminan Kesehatan.

Kedua Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan Dengan Bayi Lahir Sehat, dan ketiga Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik.

Terbitnya peraturan ini mengacu pada ketentuan perundang-undangan khususnya Undang-undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), Pasal 24 ayat (3).

Pasal ini menyebutkan BPJS Kesehatan dapat mengembangkan sistem pelayanan kesehatan, sistem kendali mutu pelayanan, dan sistem pembayaran pelayanan kesehatan untuk meningkatkan, efisiensi dan efektivitas jaminan kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak Ansharuddin menjelaskan selama ini beredar kabar bahwa BPJS Kesehatan tidak menjamin beberapa pelayanan. Padahal kata Ansharuddin dalam peraturan yang mengatur tentang pelayanan seperti katarak, dan persalinan sebenarnya tidak menyebutkan bahwa BPJS "tidak di menanggung".

"BPJS Kesehatan tetap menjamin pelayanan katarak kemudian bayi lahir sehat dari ibu seksio kemudian perdil 5 yaitu tentang pelayanan fisioterapi. Inikan yang mungkin dipersepsikan masyarakat dengan adanya peraturan direksi ini tidak di jamin, padahal sebenar dijamin, cuma memang ada pengaturan-pengaturan. Peraturan ini sangat di kaitkan dengan ketersediaan anggaran," kata Ansharuddin.

Secara terang-terangan Ansharuddin mengatakan peraturan pelayanan dikarenakan ketersediaan anggaran yang terbatas.

Klik:  INFORMASI SELENGKAPNYA

Like Tribun Pontianak Interaktif on Facebook:

Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved