TNI AL Amankan KM Borneo Pearl‎ Berserta 9 Awak Kapal Bawa Hiu 850 Kg, Usut Modus Operasi!

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal IV Tanjungpinang Mayor Laut (KH) Martdianus Samuel Ponto menuturkan terkait identitas dan modus operasi

TNI AL Amankan KM Borneo Pearl‎ Berserta 9 Awak Kapal Bawa Hiu 850 Kg, Usut Modus Operasi!
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI R Eko Suyatno saat berbincang dengan nahkoda dan ABK KM Borneo Pearl. 

TRIUBNPONTIANAK.CO.ID, ‎TANJUNGPINANG - Jajaran Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Tanjungpinang yakni Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap KM Borneo Pearl yang ditangkap pada 28 Juli 2018 lalu di sekitar Desa Ladan, Tenggara Pulau Palmatak Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal IV Tanjungpinang Mayor Laut (KH) Martdianus Samuel Ponto menuturkan terkait identitas dan modus operasi KM Borneo Pearl sedang di selidiki oleh pihak Lanal Tarempa.

"Kita belum mengetahui asal usul Kapal, saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut oleh jajaran Lantamal IV Tanjungpinang yakni Lanal Tarempa,"pada Rabu (1/8) malam saat di hubungi via telepon.

Baca: Masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Nanga Taman Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Saat ini kapal, barang bukti hasil tangkapan dan termasuk awak kapal yakni Nahkoda, ABK dan dua penumpang itu masih di amankan di Lanal Tarempa,"katannya.

Lanjutnya, untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan serta mengetahui modus operandinya maka semuanya ditahan bersama 9 ABK.

"Yang jelas KM Borneo Pearl telah melakukan aktifitas penangkapan ikan di sekitar Desa Ladan, Tenggara Pulau Palmatak diduga tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah, maka di duga kuat melakukan pelanggaran diantaranya kapal berlayar tidak dilengkapi dengan SPB, kapal tidak dilengkapi crewlist/sijil, kapal tidak dilengkapi SIPI dan ikan hasil tangkapan diduga hewan yang dilindungi,"tegasnya

Terkait dugaan tersebut, Lantamal IV Tanjungpinang menganggap KM Borneo Pearl telah melanggar UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikan Pasal 93 ayat 1 dan Pasal 98 serta melanggar Pasal 312 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran,"pungkasnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved