Millenial

'Rahasia' Act Weekend yang 'Terbongkar' Saat Live Performance di Tribun Musik Millenial

Pada 2016, mereka buat single pertama berjudul 'Aku Jika'. Berikutnya, perjalanan band pun diisi dengan seringnya manggung di berbagai acara.

'Rahasia' Act Weekend yang 'Terbongkar' Saat Live Performance di Tribun Musik Millenial
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISHAK
Aksi panggung grup band Folk Pop asal Kalbar, Act Weekend, saat tampil di live performance Tribun Musik Millenial, Rabu (01/08/218) lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penampilan memukau Act Weekend di live performance Tribun Musik Millenial Rabu (01/08/218) membuka banyak hal-hal menarik.

Termasuk kisah dan harapan ke depan band bergenre folk asal Pontianak itu.

"Act Weekend berdiri di 2015 lalu. Terbentuknya karena personelnya itu kawan semua," ungkap sang vocalist, Dhio Dwiyono, berbincang santai usai penampilan.

Baca: Foto-foto Penampilan Peserta Lomba Musik Etnik di Acara Pesparawi Nasional XII

Baca: Spesial, Act Weekend Nyanyikan Lagu Khusus di Ulang Tahun ke 10 Tribun Pontianak

Pertemuan para punggawa Act Weekend sendiri katanya dimulai sejak masih duduk di bangku SMA. Punya hobi yang sama di basket dan musik, Act Weekend yang beranggotakan tiga personel yang saling bersahabat itupun dibentuk.

Pada 2016, mereka buat single pertama berjudul 'Aku Jika'. Berikutnya, perjalanan band pun diisi dengan seringnya manggung di berbagai acara.

Baca: Tribun Musik Mellenial Live Bersama Act Weekend

Baca: Sesaat Lagi, Act Weekend Bakal Live Performance di Tribun Pontianak

"Setelah sering manggung, akhirnya kami kepikiran bikin lagu baru lagi. Suda ada beberapa lagu baru, rencananya dalam dekat-dekat ini mau bikin mini album," ungkapnya.

Ia membeberkan, sejauh ini dirinya dan rekan-rekannya sudah me-record 4 lagu. Yakni 'Aku Jika', 'Aku Suka Hujan', 'Coffe Mountain and Rain', dan Benar Apa Salah.

"Coffe Mountain and Rain ini bahkan lucu. Karena liriknya baru ditulis sama Adit (gitaris 1) H-1 sebelum record," tuturnya.

Melengkapi 4 lagu itu, ada 4 lagu tambahan yang juga siap dijejalkan di album mini itu loh. Seperti 'Beda Usia',  'Selamat Ulangtahun (Untukmu yang di Sana)', 'Shaff Depan', dan 'Aku di Rumahku'. 

Lagu-lagu yang dinyanyikan band-nya ini memang mengusung genre folk. Ternyata, ada alasan kenapa aliran ini dipilih.

Folk, katanya, sangat simpel. Bahkan memungkinkan untuk dimainkan oleh personel yang sedikit.Hal itupun sesuai dengan band Act Weekend sendiri, yang hanya beranggotakan tiga orang.

Selain itu, lagu-lagu yang digubah sendiri juga awalnya berangkat dari aktivitas populer di kalangan muda. Seperti lagu Coffe Mountain and Rain, yang terinspirasi dari happening-nya aktivitas bertualang di gunung pada kalangan anak muda Pontianak saat itu.

Penulis: Ishak
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved