Tejebak dalam Lubang Selama Lima Hari, Seekor Tapir Berhasil Diselamatkan BKSDA

Hewan ini tergolong langka di wilayah Sumatera. "Secara umum, pengetahuan warga desa terhadap Tapir ini sangat minim.

Tejebak dalam Lubang Selama Lima Hari, Seekor Tapir Berhasil Diselamatkan BKSDA
(KOMPAS.com/IDON TANJUNG)
Seekor Tapir yang terjebak ke dalam lobang galian WC di Desa Cipang Kanan, Rokan IV Koto, Rohul, Riau. Dok BBKSDA Riau 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PEKANBARU  - Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ( BBKSDA) dan warga setempat berhasil menyelamatkan seekor tapir (tapirus indicus) yang ditemukan terjebak ke dalam lobang di Dusun Kubang Buaya, Desa Cipang Kanan, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

"Tapir ini terjebak ke dalam lobang galian pembuangan (WC) dengan kedalaman 2,5 meter selama lima hari. Kemudian dievakuasi dengan cara menggali bagian samping lobang agar Tapir bisa keluar sendiri," ucap Suharyono pada Kompas.com, Selasa (31/7/2018).

Baca: Tarian Sekapur Sirih Meriahkan Pembukaan Mempawah Expo 2018

Dia menjelaskan, penyelamatan Tapir ini berawal dari laporan Kepala Desa Cipang Kanan, Abdi, Sabtu (21/7/2018) bahwa seekor Tapir terjebak ke dalam lobang galian (WC). "Selama lima hari Tapir terjebak di lobang, warga tidak berani mengambil tindakan. Hanya saja warga memberikan makan dedaunan. Kondisinya sehat," ungkap Suharyono.

Di desa itu warga mengenal Tapir dengan nama Cipan. Tapir adalah salah satu satwa dilindungi dengan UU nomor 7 tahun 1999. Hewan ini tergolong langka di wilayah Sumatera. "Secara umum, pengetahuan warga desa terhadap Tapir ini sangat minim.

Baca: Dalami Kasus Suap, KPK Panggil Istri Gubernur Aceh Nonaktif Irwandi Yusuf, Darwati A Gani

Warga juga mengaku Tapir salah satu satwa berhantu," kata Suharyono. Dia menuturkan, Desa Cipang Kanan terletak di ujung Provinsi Riau yang berbatasan dengan Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) yang dibatasi pegunungan Bukit Barisan. "Desa ini dulunya hanya dapat dijangkau melalui angkutan sungai dari Ujung Batu, Rokan hulu dengan waktu tempuh satu hari," kata Suharyono.

Namun, sambung dia, sekarang sudah dapat dijangkau dengan jalan darat walaupun sulit untuk dilalui. "Kalau dari Pekanbaru jarak tempuh sekitar 7 jam," kata Suharyono.

Dia mengatakan, warga Desa Cipang Kanan secara umum sangat takut dengan Tapir. Karena cerita yang turun temurun, Tapir dianggap satwa misterius. Suharyono mengaku sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh aparat dan masyarakat Desa Cipang Kanan.

"Saya berterima kasih dan apresiasi warga yang telah membantu kita menyelamatkan Tapir ini," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BBKSDA Riau dan Warga Selamatkan Tapir yang Terjebak Selama 5 Hari"

Editor: Jamadin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved