Pesparawi
Pesparawi Nasional di Kalbar, Ini Kata Menag RI Lukman Hakim Saifuddin
Ia menimpali setiap pelaksanaan Pesparawi akan bersamaan dengan penentuan siapa tuan rumah penyelenggaraan Pesparawi berikutnya
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin menegaskan Pesparawi merupakan acara yang berlangsung rutin setiap tiga tahun sekali. Pesparawi diselenggarakan oleh Bimas Kristen dan Bimas Katolik Kementerian Agama (Kemenag) RI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah seluruh Indonesia.
Baca: Kemeriahan Pembukaan Pesparawi Nasional XII di Pontianak
Baca: Ucapkan Terimakasih Kepada Menag RI dan Kontingen Pesparawi, Ini Harapan PJ Gubernur Kalbar
"Jadi kali ini Pesparawi Ke-XII kita selenggarakan di Kota Pontianak. Jadi, bukan hanya lomba paduan suara gerejawi saja. Tapi ini adalah ajang silaturahmi dan ajang pemuda-pemudi gereja. Bukan hanya untuk mampu tampilkan potensi, tapi juga berbagi pengetahuan dan pengalaman khususnya dalam menularkan ajaran Tuhan," ungkapnya saat diwawancarai usai pembukaan Pesparawi Nasional XII Tahun 2018 di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak, Senin (30/7/2018) pukul 21.00 WIB.
Ia menimpali setiap pelaksanaan Pesparawi akan bersamaan dengan penentuan siapa tuan rumah penyelenggaraan Pesparawi berikutnya.
Pemilihan Kota Pontianak sebagai tuan rumah, kata Lukman, telah ditentukan pada Pesparawi Ke-11 tahun 2015 lalu di Maluku.
"Nantinya di sini juga akan ditentukan siapa tuan rumah Pesparawi pada tiga tahun yang akan datang," terangnya.
Menag mengingatkan Tuhan selalu turunkan kasih sayang tanpa membedakan etnis, ras, jenis kelamin bahkan apapun agama yang dipeluk oleh umat manusia. Dalam konteks Indonesia sangat majemuk dan beragam, kata Lukman, nilai-nilai Ketuhanan semakin relevan untuk disebarkan sesama manusia.
"Sehingga kasih sayangnya betul-betul mampu diwujudkan di tengah-tengah kita. Di tengah-tengah kemajemukan," tukasnya.