KPPAD Kalbar Lakukan Pengawasan ke Sejumlah Sekolah di Pontianak

Eka Nurhayati mengatakan, pengawasan ini dilakukan untuk melihat kondisi jajanan di kantin sekolah, UKS, WC

KPPAD Kalbar Lakukan Pengawasan ke Sejumlah Sekolah di Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / NUR IMAM SATRIA
Satu diantara kantin sekolah dasar yang masuk dalam operasi KPPAD Kalbar sebagai pengawasannya terhadap kebersihan lingkungan sekolah, Senin (30/7) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak,Nur Imam Satria

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Komisi Perlindungn dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar melakukan pengawasan ke beberapa sekolah dasar di Pontianak, Senin (30/7) tepat pukul 09.00 Wib.

Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati mengatakan, pengawasan ini dilakukan untuk melihat kondisi jajanan di kantin sekolah, UKS, WC, serta kondisi kebersihan dan lingkungan sekolah.

"KPPAD hari ini akan mengunjungi ke beberapa sekolah yang ada di area Pontianak kota, timur, dan barat. Dintaranya SD 21,SD 31,SD 5 Pontianak Timur, SD Bawamai serta SD Bawari.  Dalam operasi ini, KPPAD menyidak jenis makanan atau jajanan yg diperjualbelikan di kantin, kondisi UKS, kondisi kebersihan dan keadaan sekolah, maupun WC," ujar Eka.

Menurut Eka jika sebelumnya ia sudah menginformasikan ke beberapa Kepala Sekolah yang akan dikunjungi, namun menurut mereka masih saja ada pemilik kantin yang bandel pedahal sudah diberikan teguran lisan maupun tulisan.

Baca: Terkait Uang Rp 65 Juta di Tiap SKPD, Saksi Blak-blakan Disidang Kasus Suap Bupati Abubakar

Maka sebab itu hari ini KPPAD akan langsung memberikan teguran lisan kepada para pemilik kantin yang bandel, dan yang masih menjual jajanan yang mengandung zat-zat yang membahayakan untuk dikonsumsi yaitu seperti mengandung sakarin, soda, pemanis buatan, pewarna, dan pada intinya minuman sachet.

"Kami sebelumnya sudah mengkonfirmasi kepada beberapa kepala sekolah, akan tetapi masih saja ada yg membandel mengindahkan peringatan dan teguran tersebut. Oleh karna itu, KPPAD akan memberikan teguran lisan kepada pihak penjual jajanan yg menjual makanan dan minuman yg mengandung zat-zat membahayakan bagi anak-anak jika dikonsumsi. Pada intinya minuman sachet itu jangan sampai diperjualbelikan lagi di kantin sekolah," tegas Eka.

Dalam kesempatannya Eka juga menjelaskan, jika teguran yang diberikan seperti teguran lisan terlebih dahulu. Selanjutnya akan di berikan teguran tulisan jika pemilik kantin masih mengabaikan peringatan. Dan hasil dari pengawasan ini setelahnya akan dilaporkan ke Instansi terkait.

"Jika teguran lisan kami masih juga diabaikan, maka kami akan memberikan surat teguran secara tulisan. Maka KPPAD akan mengambil sikap, yakni mengeluarkan surat ke pihak sekolah agar mengambil tindakan tegas kepada pemilik kantin. Dan hasil operasi ini akan kami laporkan ke Gubernur, DPRD dengan tembusan ke stakholder terkait. Hal ini memperhatikan kebutuhan dan kepentingan anak-anak sekolah agar dapat terpenuhi hak mereka untuk hidup sehat, dengan mengkonsumsi makanan dan minuman sehat," tutup Eka.

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved