Berita Video

Kejari Terima Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Pada Dugaan Korupsi APE Disdik Kota Pontianak

Press release dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Refli di Aula Kantor Kejari Pontianak, Jalan KH Ahmad Dahlan

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Destriadi Yunas Jumasani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kejaksaan Negeri Pontianak menggelar press release pengembalian kerugian keuangan negara dan penahanan para tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan pengadaan alat peraga edukatif (APE) untuk PAUD Mandiri dan PKK pada Dinas Pendidikan Kota Pontianak Tahun Anggaran 2015.

Press release dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Refli di Aula Kantor Kejari Pontianak, Jalan KH Ahmad Dahlan, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (30/7/2018) sekira pukul 13.30 WIB.

Baca: Pemerintah China Donasikan Empat Kapal dan 30 Peluncur Granat Roket ke Filipina

Baca: Kenali 5 Tanda Tahi Lalat Yang Dapat Berkembang Jadi Kanker Kulit

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pontianak telah menerima pengembalian kerugian keuangan negara dari peken'aan pengadaan Alat Peraga Edukatif (APE) untuk PAUD mandiri dan PKK pada Dinas Pendidikan Kota Pontianak Tahun Anggaran pada Senin sekira pukul 09.00.

Pengembalian kerugian keuangan negara disampaikan oleh tersangka E yang mewakili kelima tersangka Iainnya sebagai bentuk rasa penyesalan dan tanggungjawab moril atas terjadinya kerugian keuangan negara dari perbuatan para tersangka.

"Jumlah pengembalian kerugian keuangan negara yang diterima sebesar Rp 250juta," tutur Refli.
Selain pengembalian kerugian keuangan negara para tersangka juga datang untuk memenuhi panggilan pemeriksaan hari ini di Kejaksaan Negeri Pontianak.

Adapun tersangka yang memenuhi panggilan yaitu tersangka E selaku PPK, tersangka SE selaku PPTK, tersangka DA selaku rekanan yaitu CV Audy Auli Abadi, tersangka Sar atau S selaku pihak swasta yang turut serta melakukan.

"Sementara untuk tersangka Iainnya yaitu N selaku PPHP dan YS selaku swasta PT Sentra Kriya Edukasi yang dijadwalkan besok akan diperiksa," ungkap Refli.

Kepada masing-masing tersangka yang datang memenuhi pemeriksaan oleh Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pontianak pada hari dikenakan penahanan kota selama 20 hari terhitung sejak tanggal 30 Juli 2018, dan mereka dikenakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis berlaku efektif mulai hari Kamis minggu ini yaitu tanggal 2 Agustus 2018.

Penulis: Destriadi Yunas Jumasani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved