Devi Sabet Juara Dunia Hapkido Nomor Dae Ryeon Kelas Feather Under 57 Kg

Jadi perjuangan Devi dimulai tahun lalu di kejuaraan nasional hapkido 2017, di mana Devi berhasil meraih medali emas.

Devi Sabet Juara Dunia Hapkido Nomor Dae Ryeon Kelas Feather Under 57 Kg
ISTIMEWA
Devi Safitri (21), sukses menjadi juara dunia pada ajang World Hapkido Championship Seoul 2018 atau kejuaraan dunia hapkido di Seoul, Korea Selatan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA -  Atlet hapkido asal Kubu Raya, Kalbar, Devi Safitri (21), sukses menjadi juara dunia pada ajang World Hapkido Championship Seoul 2018 atau kejuaraan dunia hapkido di Seoul, Korea Selatan. Bertanding pada arena dua di Jung-Gu Community Center Seoul, Devi berhasil meraih medali emas usai mengalahkan rivalnya dari Hongkong pada nomor dae ryeon atau tarung di kelas feather under 57 kilogram.

Kemenangan Devi disambut antusias Bupati Kubu Raya Rusman yang mengapresiasi prestasi Devi yang membanggakan nama negara dan daerah. Menurut Rusman Ali, Devi Safitri telah membuktikan bahwa putra-putri daerah mampu bersaing di tingkat nasional bahkan dunia.

Baca: KPU Kalbar Siap Terima Masukan Masyarakat Jika Ada Bacaleg Eks Napi dan Gunakan Ijazag Palsu

"Alhamdulillah ini menjadi kabar gembira untuk kita semua, Devi Safitri telah mengharumkan nama Indonesia dan Kalimantan Barat khususnya Kubu Raya. Saya berpesan agar Devi tetap membumi dan terus belajar serta berlatih agar prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa-masa mendatang," ujar Rusman Ali, Senin (30/7).

Sementara itu pelatih hapkido Kalimantan Barat, Rusli, berterima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kepada komunitas hapkido binaannya. Menurut Rusli, kepedulian tersebut terbukti menjadi penyemangat bagi atlet untuk meraih prestasi.

"Saya sampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Juga kepada instansi terkait yakni Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kubu Raya yang sambutannya luar biasa kepada atlet Kubu Raya. Dengan itu semua ternyata menjadikan atlet kita lebih bersemangat dan akhirnya mengukir prestasi untuk Kubu Raya dan Indonesia," ujarnya.

Diakui oleh Rusli, Devi Safitri baru mulai menekuni hapkido pada tahun 2016 atau sekitar 2 tahun setelah beladiri hapkido masuk ke Indonesia sekitar 2014. Baru setahun bergabung di hapkido, Devi langsung menunjukkan kelasnya, ia tampil sebagai juara nasional di kejuaraan nasional hapkido di Yogyakarta.

"Jadi perjuangan Devi dimulai tahun lalu di kejuaraan nasional hapkido 2017, di mana Devi berhasil meraih medali emas. Dan di awal tahun 2018 Devi dipanggil bergabung di timnas Indonesia untuk kejuaraan dunia," ungkapnya.

Sebagai pelatih, Rusli memuji kegigihan Devi dalam menekuni beladiri hapkido, menurutnya, di tengah keterbatasan, Devi tetap profesional menyiapkan diri menjadi seorang atlet.

"Devi sudah lulus sekolah dua tahun lalu, dan dia belum bisa melanjutkan kuliah karena faktor ekonomi. Kedua orang tuanya sudah meninggal dan dia tinggal bersama neneknya, namun dia tetap gigih dan sekarang dia fokus menjadi atlet," tutupnya

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved