Atbah Minta LKKS Kawal Semua Kegiatan Sosial di Sambas

Atbah Romin Suhaili berharap, kapada pengurus LKKS yang baru saja dilantik agar mampu mengkoordinir dengan baik semua kegiatan sosial.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili Saat Menyerahkan Bantuan Al-Qur'an Braille Kepada Penyandang Tuna Netra, Saat pelantikan LKKS, Senin (30/07/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Kabupaten Sambas Atbah Romin Suhaili berharap, kapada pengurus LKKS yang baru saja dilantik agar mampu mengkoordinir dengan baik semua kegiatan sosial agar tetap sasaran, efektif dan fokus, Senin (30/07/2018).

"Pertama semua kegiatan sosial di Sambas bisa di Koordinir dengan baik, Supaya tepat sasaran, efektif dan lebih fokus," ujarnya.

Menurutnya permasalahan sosial di Kabupaten Sambas begitu banyak dan kompleks. Oleh karenanya diperlukan Koordinasi dengan semua lembaga, yayasan dan aktifis sosial agar bisa melahirkan jawaban dan solusi terhadap permasalahan sosial kemasyarakatan.

Selain itu ia juga meminta LKKS pro aktif dalam menggali potensi-potensi daerah hingga tingkat Nasional dan internasional, dan terus untuk berkomunikasi aktif dengan pihak-pihak yang terlibat dengan permasalahan sosial sehingga lebih masif ruang geraknya.

Sementara itu saat di konfirmasi mengenai salah satu program yang akan dilaksanakan oleh LKKS yaitu konsen dan akan memprioritaskan Perhatian Kepada Masalah Anak dan Perempuan.

Atbah mengatakan hal itu perlu, dan perlu bidang khusus untuk masalah tersebut. Oleh karenanya ia meminta LKKS bisa fokus dalam menghadapi masalah-masalah yang nanti dihadapi.

Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan agar LKKS juga memperhatikan masalah kemiskinan yang ada di Kabupaten Sambas. Oleh karenanya ia meminta agar LKKS bisa mendorong masyarakat tersebut agar keluar dari masalah kemiskinan, bahkan ia berharap kedepannya ada satu kampung binaan yang bisa dibuat oleh LKKS untuk menanggulangi masalah kemiskinan.

"Bila perlu ada satu kampung binaan kita khusus menangani dan mengangkat harkat dan martabat orang miskin untuk memiliki usaha yang layak dan berdaya," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved