Sosialisasi 4 Pilar, Erma Ranik Apresiasi Warga Desa Penjaga Jaga Kearifan Lokal Bangsa

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dari Fraksi Partai Demokrat, Erma Suryani Ranik menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

Sosialisasi 4 Pilar, Erma Ranik Apresiasi Warga Desa Penjaga Jaga Kearifan Lokal Bangsa
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Presentasi sosialisasi 4 pilar MPR oleh Erma Suryani Ranik. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dari Fraksi Partai Demokrat, Erma Suryani Ranik menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya.

Sosialisasi digelar di Lapangan Kontes Burung Pak De Parmin, Senin (23/7).

Dalam kesempatan tersebut, Erma mengapreasi sikap warga desa yang tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal bangsa dalam hidup bermasyarakat yang beragam dan majemuk.

Baca: Momen Pileg 2019, 10 Kades di Sekadau Ikut Perebutan Kursi DPRD

"Warga desa telah mempraktikkan hidup berdampingan dengan sesama warga secara damai, rukun dan saling menghargai. Pada hakekatnya hal tersebut adalah merupakan praktik terbaik dari nilai-nilai 4 pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Ini harus terus dipelihara dan dilestarikan agar masyarakat kita yang majemuk tetap menjadi satu dalam perbedaan yang indah," kata Erma Suryani Ranik.

Hadir dalam sosialisasi tersebut Kepala Desa Parit Baru, Musa SHI, dan Anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya Fraksi Partai Demokrat, Dr Hamdan.

Erma Suryani Ranik yang saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat dari dapil Kalbar ini menjelaskan, nilai-nilai 4 Pilar terus relevan dan mampu menjawab tantangan zaman.

Ketika sejumlah negara di dunia saat ini mengalami pergolakan dan konflik, Indonesia yang faktanya merupakan sebuah negara kebangsaan tetap kuat dan kokoh berdiri. Warga Indonesia menurutnya sudah terbiasa hidup berbeda, namun tetap menghargai satu dengan lainnya.

"Kedewasaan masyarakat kita, khususnya warga Kalbar dalam menghadapi realita perbedaan SARA tersebut pantas mendapat apresiasi. Kita ini berbeda, namun tetap bersatu sehingga kita kuat," tegas Erma.

Erma juga menjelaskan, dalam hidup berbangsa dan bernegara, 4 pilar tersebut harus menjadi acuan yang pokok.

Baca: Pelatih Liverpool Jurgen Klopp Pastikan Kondisi Terkini Mohamed Salah

Terlebih, tiap-tiap daerah memiliki kearifan lokal yang beragam yang semuanya itu memperkaya khasanah dan pandangan anak-anak bangsa.

Kearifan lokal menurutnya adalah penyumbang terbesar dan paling pokok dari lahirnya empat pilar kebangsaan Indonesia.

"Kearifan lokal merupakan kekayaan yang tidak bisa dinilai secara materi. Namun tumbuh dan berkembang dalam hidup keseharian yang mendorong terjadi harmonisasi sosial, harmonisasi lingkungan dan alam. Secara prinsip, keberadaan 4 pilar kebangsaan juga dalah untuk memperkuat dan mengokohkan harmonisasi sosial kebangsaan dalam menghadapi tantangan zaman," pungkas Erma.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved