Bupati Atbah Pantau Panen Rambutan di Sajad
Transportasi yang digunakan adalah perahu kecil dengan mesin tempel, menyusuri sungai kecil sekitar 3 kilometer kearah hulu sungai kecil.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kecamatan Sajad merupakan penghasil buah rambutan, khususnya di Kabupaten Sambas.
Jika panen raya, buah rambutan hasil dari kecamatan yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Sambas ini sering diekspor keluar Kabupaten Sambas. Seperti ke Kota Singkawang hingga Pontianak.
Bulan Juli 2018 ini, merupakan puncak panen buah rambutan. Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili, memanfaatkan momen panen rambutan memantau aktifitas warga yang melakukan perdagangan rambutan.
Bupati menyapa warga di titik pertemuan antara petani buah dengan makelar atau yang sering diistilahkan cangkau.
Baca: Yuk Intip, Update PUBG Mobile Bakal Super Keren
Baca: Martoyo Pimpin FISIP, Ketum PP IKA Harapkan Peningkatan Kualitas Mahasiswa
Baca: Hari Ini BMKG Pantau 113 Titik Panas, Kubu Raya Daerah Terbanyak Titik Panas
Atbah berkunjung ke Desa Tengguli, tepatnya di dusun Sawang, Minggu (22/7/2018).
Hampir seluruh warga yang sedang melakukan transaksi jual beli rambutan tersebut, mengenali sosok Bupati Sambas itu.
Dengan akrab bupati dan warga saling sapa. Atbah berbincang ringan terkait pasaran buah rambutan dan kondisi panen.
Usai berbincang dengan warga setempat, Bupati melanjutkan perjalanan menuju kebun rambutan milik warga Dusun Sawang, Desa Tengguli, Kecamatan Sajad.
Dalam perjalanan menuju kebun rambutan, Bupati didampingi warga sekitar dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Sambas, Abdul Kadir, Wakil Rakyat Kabupaten Sambas Periode 2004-2009.
Transportasi yang digunakan adalah perahu kecil dengan mesin tempel, menyusuri sungai kecil sekitar 3 kilometer kearah hulu sungai kecil.
Dalam perjalanan, tampak banyak perahu serupa yang digunakan Bupati mengangkut hasil panen rambutan.
Dari hasil tinjauan Bupati Sambas memantau kebun rambutan milik warga, dia menyimpulkan beberapa penting.
Terutama erat kaitannya dengan harapan warga pada penghasilan mereka dari budidaya rambutan.
"Saya melihat, ada beberapa hal penting kedepannya harus bisa diakomodir. Terutama transportasi mengangkut hasil panen. Pemasaran yang lebih menjanjikan dan terpenting, bagaimana mereka yang memiliki kebun atau petani rambutan ini tidak rugi," tegasnya.
Bulyan, pemilik kebun rambutan di Dusun Sawang, Desa Tengguli, Kecamatan Sajad mengatakan, mereka sangat mendambakan pemerintah bisa hadir untuk mencarikan pasar yang lebih menjanjikan.
Diungkapkan dia, jika terjadi panen raya, dimana buah sangat berlimpah, itu menjadi tantangan tersendiri untuk pasaran buah.
"Kita berharap, adanya pasar yang lebih baik lagi untuk hasil panen rambutan dari sajad ini," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bupati-sambas_20180724_112314.jpg)