Rahasia Dibalik Produksi 16 Ribu Batang Rokok Permenit PT. Djarum

16 ribu batang rokok persatu menit. Nampaknya akan membuat kita berfikir keras bagaimana bisa memproduksi 16 ribu batang rokok

Rahasia Dibalik Produksi 16 Ribu Batang Rokok Permenit PT. Djarum
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
PT Djarum 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - 16 ribu batang rokok persatu menit. Nampaknya akan membuat kita berfikir keras bagaimana bisa memproduksi 16 ribu batang rokok dalam hitungan 60 detik saja.

Namun hal tersebut dapat dijawab oleh PT. Djarum di Pabrik Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang terletak di Jalan Lingkar Utara, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Menurut satu diantara perwakilan PT. Djarum, Teo pabrik SKM awalnya adalah lahan tandus yang kemudian dibuat dengan konsep green factory yang ruang terbuka hijau hampir 50 persen.

Baca: Saat Jadi Juri Miss Grand Indonesia, Ponsel Wulan Guritno Dicuri, Tak Disangka Pencurinya

"Didepan ada monumen yang dinamai monumen kretek, yang mendesain seniman Jogja Yusra Martunus, simbol dari rokok kretek dan menandai telah masuk di Industri rokok kretek terbesar di Indonesia yakni Djarum Oasis Kretek Factory," jelas Teo, saat menunjukan monumen yang berbentuk asap rokok lengkap dengan asapnya.

Menurutnya, kata Oasis pada pabrik Djarum ini juga terispirasi dari kata oase yang maknanya adalah air.

"Nama Oasis terinspirasi dari Oase atau air, namun kalau disini berarti sumber kehidupan untuk Kudus dan Indonesia," ujarnya.

Dikatakannya, Djarum Oasis Kretek Factory berdiri atas tanah dengan kuas 82 hektar. Dibangun mulai tahun 2008 dan diresmikan 2013.

Menurutnya pula, tembakau yang dibeli dari petani, disimpan selama dua tahun.

Diterangkannya, untuk masuk kedalam perusahaan tidak semua bisa masuk, hanya khusus untuk tamu dan karyawan.

"Ini konsep kami yang memang green factory," terangnya.

Ia pun menegaskan, dalam SKM (Sigaret Kretek Mesin) dalam permenitnya bisa menghasilkan 16 ribu batang rokok.

"Disini menggunakan mesin buatan Jerman yakni Hauni, satu hari 15 juta batang," katanya

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved