Perankan Istri Sultan Pontianak Dalam Ikan Mas Art Festival #10, Ini Cerita Ripa

Ada perasaan yang sangat istimewa setiap kali saya menari. Kalau ada masalah apapun, setiap kali menari pasti akan langsung lupa

Perankan Istri Sultan Pontianak Dalam Ikan Mas Art Festival #10, Ini Cerita Ripa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISHAK
Satu dari penampil pertunjukan seni drama tari dalam agenda Ikan Mas Art Festival #10, Regina Ripa Afsari (21)  saat ditemui, Sabtu (21/07/2018) malam.  

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menari, jadi aktivitas yang teramat istimewa bagi Regina Ripa Afsari (21). Mahasiswi semester 6 seni pertunjukan, prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik FKIP Untan ini mengaku bak melayang ke dunia lain setiap kali menari.

"Ada perasaan yang sangat istimewa setiap kali saya menari. Kalau ada masalah apapun, setiap kali menari pasti akan langsung lupa," ungkapnya.

Perasaan istimewa itupun kian berlipat ganda manakala tarian yang diperagakannya, ditampilkan pada khalayak ramai. Persis seperti yang dilakoninya, dalam perhelatan Ikan Mas Art Festival #10, Sabtu (21/07/2018).

Gadis berparas cantik kelahiran Sanggau 21 tahun silam ini memang dipercaya mengemban tugas besar. Pada hari pertama perhelatan ini diadakan, dirinya didapuk memerankan Nyai Kusumasari dalam pertunjukan drama tari perdana di agenda tahunan ini.

Baca: Dinonjobkan Gubernur Kalteng dari Kepala Dinas, Dagut Layangkan Tuntutan Perdata Ganti Rugi

Baca: Kantor Desa Malikian di Segel Warga, Ini Kronologinya

Nyai Kusumasari sendiri tak lain adalah istri dari Sultan Syarif Abdurrahman, Sultan sang pendiri  Pontianak. Adapun cerita drama tari yang dipentaskan, tentu juga berkisah soal kota Pontianak dan tokoh-tokoh penting di balik sejarahnya itu.

Ia bercerita, butuh dua bulan lamanya bagi dirinya berlatih memerankan karakter tersebut. Tujuannya, apalagi kalau bukan agar bisa berikan penampilan terbaik, yang memukau dan membius beratus pasang mata penonton dalam agenda ini.

"Bagaimana saya bisa menunjukkan karakter yang berwibawa, lembut dan sebagainya, sesuai dengan karakter asli tokohnya. Saya harus mendalami karakternya, meminta masukan dari teman-teman, bertanya ke narasumber, dan sebagainya," timpalnya.

Malam itu, Dewi Fortuna bukan sesuatu yang membersamainya dengan tiba-tiba. Latihan keras dan lebih disiplin selama dua bulan itu berbuah manis.

Decak kagum para penonton dengan mata berbinar beriring tepuk tangan mengiringi penampilannya bersama rekan-rekannya itu. Sebuah drama tarian kolosal yang sukses menyentuh sisi keindahan dari relung batin setiap penontonnya.

Penulis: Ishak
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved