Culvis Media Gathering - Andong, Pengamen dan Geliat Ekonomi Malioboro

Sesaat baru sampai di Malioboro, geliat perekonomian telah tampak, kiri kanan sisi jalan dipenuhi pedagang yang berjualan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Satu diantara peserta Culvis Media Gathering 2018 saat melihat souvenir yang ada disepanjang Jalan Malioboro Jogja 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Setelah dipuaskan dengan menonton langsung Final Blibli Indonesia Open 2018 dan mengexplore Candi Prambanan serta Tebing Breksi, perjalanan rombongan Culvis Media Gathering PT. Djarum 2018 dilanjutkan di Malioboro, pada Senin(9/07/2018)

Sesaat baru sampai di Malioboro, geliat perekonomian telah tampak, kiri kanan sisi jalan dipenuhi pedagang yang berjualan beraneka rupa barang hingga oleh-oleh.

Baca: Culvis Media Gathering - Explore Candi Prambanan dan Tebing Breksi

Baca: Ingin Bikin KK, Berikut Persyaratannya

Baca: Mirip Chelsea Islan, Ini 10 Potret Tatjana Saphira yang Nggak Kalah Mempesona

Seolah paham akan keinginan para tamunya yang diboyong dari hampir seluruh Indonesia, pada malam harinya dari PT. Djarum pun mengajak sekitar 100an yang terdiri dari perwakilan media hingga EO untuk turun langsung mengexplore kawasan Malioboro.

Tak tanggung-tanggung, 35 Andong pun telah disiapkan untuk membopong para tamu menuju Alun-alun Keraton Jogja.

Nasib baik, Tribunpontianak.co.id juga berkesempatan untuk naik Andong dan berbincang dengan seorang pria berkacamata dan tampak telah berumur, sebut saja Sugiyono.

Senyum sapa khas orang Indonesia yang dikenal dengan keramahannya pun menjemput untuk berpergian ke Alun-alun Keraton Jogja.

Ternyata Sugiyono telah lama menjadi seorang driver Andong, dari tahun 1996.

"Saya sudah dari tahun 96, sebelum Krisis jaman Pak Harto," bebernya.

Menjadi Driver Andong pun tak semudah yang kita bayangkan, karena minat masyarakat yang telah turun walaupun memang harga yang ditawarkan bisa disebut tak terlalu mahal

"Antusias masyarakat untuk naik Andong tidak pasti juga, Biasanya mutar Rp. 100 ribu, Ujung Malioboro hingga Malioboro, ke Keraton sekitar Rp. 200 ribu," ujarnya.

Walaupun memang, diakuinya untuk peratawan sang kuda tidaklah sulit dan hanya diberi jamu sebulan sekali.

Sekitar 15 menit perjalanan, rombongan Culvis Media Gathering pun tiba di Alun-alun Keraton Jogja yang khas dengan dua batang beringinnya ditengah taman.

Banyak mitos yang beranggapan jika berhasil melewati atau berjalan ditengah dua pohon beringin tersebut, maka segala keinginan akan tercapai. Dan ternyata hal tersebut juga dibenarkan oleh Driver Andong Sugiyono.

Selain itu, juga akan tampak gedung besar yang disebut-sebut sebagai istana Kepresidenan di Jogja, dan masih banyak tempat bersejarah lainnya yang telah kehabisan waktu untuk diexplore.

Satu hal yang melekat dan tidak akan bisa dilupakan dari Jogja ialah pengamen dan geliat ekonominya dalam berjualan.

Untuk pengamen sendiri akan mulai ada sekitar pukul 21.30 WIB keatas. Dan mungkin berbeda dengan pengamen didaerah lainnya, disini para pengamen tampil lengkap dan lebih sopan. Bermain dengan satu grup band, atau kelompok musik hingga dengan tuna netra disepanjang trotoar Jogja. Ya, nampaknya Malioboro memang menjadi magnet dari segala aktivitas masyarakat yang ada di Jogja.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved