FKUB Klaten Studi Banding ke Sintang, Jarot: Sejak Dulu Disini Hidup Rukun dan Damai

Pemerintah Kabupaten Sintang menjamu kedatangan FKUB Kabupaten Klaten yang ingin melakukan studi banding dengan bersama-sama

FKUB Klaten Studi Banding ke Sintang, Jarot: Sejak Dulu Disini Hidup Rukun dan Damai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Pemerintah Kabupaten Sintang menjamu kedatangan FKIB Kabupaten Klaten yang ingin melakukan studi banding dengan bersama-sama mengikuti ramah tamah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sintang, Kamis (19/7/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang menjamu kedatangan FKUB Kabupaten Klaten yang ingin melakukan studi banding dengan bersama-sama mengikuti ramah tamah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sintang, Kamis (19/7/2018) malam.

Pada kesempatan malam ramah tamah, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan kepada FKUB Kabupaten Klaten bahwa masyarakat di Kalbar, dan khususnya di Kabupaten Sintang sejak dahulu hidup rukun dan damai.

“Kabupaten Sintang memiliki luas wilayah 21.000 km persegi, dimana di dalamnya terdapat bermacam ragam suku bangsa agama dan ras, tetapi sejak dahulu hingga saat ini semua masyarakat hidup rukun dan damai," katanya.

Baca: Wahyu Purbaya Terkapar Penuh Darah, Temukan Sejumlah Tusukan di Badan

Sambungnya ada banyak suku, seperti suku dayak, melayu, tionghua, masyarakat Jawa, NTT, Sulawesi dan Bali pun ada. Jadi di Sintang lengkap, ini merupakan salah satu wujud kebersamaan dalam kebhinekkan kita bersama.

Menurut Jarot Kabupaten Sintang memiliki luas wilayah yang cukup besar tentunya memiliki 391 desa dan 16 kelurahan dimana Sintang hingga saat ini aman-aman saja, walaupun Sintang pernah di tes beberapa kali konflik.

"Namun masyarakat Sintang tetap aman-aman saja, seperti contoh Pilkades dilakukan pemilihan secara umum, kemudian Pilkada, dan Pilgub semuanya berjalan dengan aman dan lancar tidak ada perpecahan," ungkapnya.

Jarot memberikan apresiasi yang positif terhadap Forum Kerukunan Umat Beragama karena dapat sejak dahulu kala diajarkan untuk hidup rukun dan damai. Sesuai dengan yang diajarkan agaman dan nenek moyang.

"Tetapi ada dua permasalahan yang masih ada sampai saat ini yaitu pertama jembatan komunikasi dan dialog antar umat beragama itu kurang, kemudian hal-hal sepele seharusnya dikomunikasikan dengan baik," tambahnya.

Sambung Bupati Sintang dalam arahannya mengatakan bahwa saat ini Pemerintahan yang dipimpinnya mengusung Visi dan Misi yang merujuk pada point masyarakat yang religius sehingga apapun agamanya akan dibantu.

"Kami alokasikan anggaran khusus untuk pembinaan umat beragama, tidak tebang pilih agama apapun sama, sehingga pelaksanaan dalam beribadah semuanya bisa berjalan dengan baik dan nyaman," sambungnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved