Penyeleksian Bacaleg Perlu Kedewasaan Berpolitik

Ini menjadi tanggung jawab partai bagaimana rekrutmen menjadi selektif, dan para bakal calon tidak merusak sistem yang ada didalam partai.

Penyeleksian Bacaleg Perlu Kedewasaan Berpolitik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Wadek III FISIP Untan Pontianak, Sabran Achyar 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat FISIP Untan Sabran Achyar mengatakan untuk perekrutan bacaleg dengan menyertakan sebagian besar masyarakat ataupun aktivis merupakan lemahnya sistem rekrutmen yang menjadi masalah Partai, jadi perlu dievaluasi.

Maka diperlukannya pengkaderan, dan agar rekrutmen ini tidak hanya sebagai batu loncatan yang juga akan mendorong terciptanya sistem pengkaderan yang baik.

"Walaupun memang, keterbukaan seleksi bacaleg secara umum memanglah hal positif dan dilakukan sebagian besar parpol yang modern," ujarnya.

Baca: Gelar Lomba Cipta Menu Beragam, Dinas Pangan Kalbar Harap Dapat Diterapkan ke Masyarakat

Dalam proses seleksi, tentunya Partai tidak hanya menerima para bacaleg, kalau misalnya diterima tanpa seleksi akan membahayakan partai.

Ini menjadi tanggung jawab partai bagaimana rekrutmen menjadi selektif, dan para bakal calon tidak merusak sistem yang ada didalam partai.

Bahkan harusnya para bacalon menjalankan visi misi terlebih anggaran dasar bersifat nasionalis, maka itu menjadi hak pengurus partai dalam penentuan penyeleksiannya bacaleg.

"Saya kira perlu kedewasaan dalam berpolitik, kedewasaan politik harus dimiliki oleh elit dan kader parpol atau masyarakat agar menghormati aturan yang berlaku dalam parpol," ungkapnya.

Karena jika tidak mematuhi akan membahayakan keberlangsungan parpol kedepan apalagi 2019 akan ada Pilres.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved