Ekonomi Kalbar Triwulan I 2018 tumbuh 5,11 Persen, Ini Prediksi BI Triwulan II

Melambatnya konsumsi rumah tangga pasca akibat normaliasi permintaan pasca kegiatan akhir tahun mempengaruhi kinerja perdagangan

Ekonomi Kalbar Triwulan I 2018 tumbuh 5,11 Persen, Ini Prediksi BI Triwulan II
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MASKARTINI
 Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Prijono 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kantor ​Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat​ optimis perekonomian Kalbar semakin membaik.

Perekonomian Kalbar pada triwulan I 2018 tumbuh 5,11% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya berada pada angka 5,80 persen (yoy).

Baca: Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla Jenguk SBY di RSPAD Gatot Subroto

Baca: Rumahnya Dilempar Bom Molotov,  Ketua DPP PKS Mardani Beberkan Kronologinya

Baca: Penyaluran Dana PKH di Sengah Temila Jaga Polisi

Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi Kalbar pada triwulan I 2018 disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Prijono utamanya bersumber dari perlambatan yang terjadi pada hampir seluruh komponen di sisi permintaan (penggunaan), kecuali komponen impor.

Dari sisi penawaran (lapangan usaha), perlambatan laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat triwulan I 2018 khususnya terjadi pada lapangan usaha perdagangan, industri pengolahan dan konstruksi.

Melambatnya konsumsi rumah tangga pasca akibat normaliasi permintaan pasca kegiatan akhir tahun mempengaruhi kinerja perdagangan pada triwulan I 2018.

Perlambatan kinerja industri pengolahan disebabkan oleh fluktuasi harga komoditas ekspor unggulan Kalbar (karet dan CPO) sepanjang triwulan berjalan.

Masih tertahannya investasi bangunan akibat sentiment ‘wait and see’ menjelang Pilkada menyebabkan kontraksi pada kinerja konstruksi. Memasuki triwulan II 2018, perekonomian Kalimantan Barat diproyeksikan tumbuh meningkat.
Perekonomian Kalimantan Barat triwulan II 2018 diperkirakan tumbuh 6,06-6,46 persen (yoy).

"Konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tumbuh meningkat seiring dengan peningkatan permintaan menjelang Ramadhan, Idul Fitri, Pilkada serta tahun ajaran baru sekolah. Demikian halnya dengan konsumsi pemerintah yang diperkirakan akan mulai tampak realisasinya, terutama untuk keperluan belanja modal," ungkap Prijono.

Di sisi lapangan usaha, peningkatan kinerja diperkirakan akan terjadi pada lapangan usaha perdagangan sebagai dampak meningkatnya konsumsi rumah tangga.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved