Negatif Sumbang Inflasi, Operasi Pasar Bulog Selama 2018 Capai 4,6 Juta Kg

Angka ini disumbang kelompok bahan makanan 3,56 persen, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 2,68 persen, dan sandang 0,55 persen.

Negatif Sumbang Inflasi, Operasi Pasar Bulog Selama 2018 Capai 4,6 Juta Kg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalbar, Sabaruddin Amrullah 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Pusat Statistik Provinsi Kalbar melalui website resmi merilis perkembangan inflasi Juni 2018 di Kota Pontianak menembus angka 1,44 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 144,45.

Angka ini disumbang kelompok bahan makanan 3,56 persen, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 2,68 persen, dan sandang 0,55 persen.

Sedangkan perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,41 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,15 persen, dan kesehatan 0,01 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan.

Baca: Lakukan Antisipasi, Prajurit Lantamal XII Pontianak Latihan Penanggulangan Bencana Kebakaran

Data BPS menunjukkan meski bahan makanan memberi sumbangan inflasi namun beras tidak memberi kontribusi terhadap inflasi.

Kepala Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalbar, Sabaruddin Amrullah dalam Diseminasi Perkembangan Ekonomi Terkini Provinsi Kalbar di Aula Kantor Bank Indonesia, Rabu (18/7/2018) menyampaikan kontribusi negatif beras terhadap inflasi tidak terlepas dari upaya yang dilakukan oleh Bulog melalui operasi pasar.

"Beras memberikan kontribusi negatif atau deflasi, ini menurut amatan kami sangat relevan dengan penugasan. Kami melakukan upaya operasi pasar, operasi pasar kami selama 2018 mencapai 4,6 juta Kg ditambah beras pasar 1,7 juta Kg, total ada sekitar 6,3 juta Kg. Sehingga daflasi. Begitu juga komoditi gula, kami memasok gula sekitar 18,2 juta Kg, ini signifikan," ujar Sabarudin.

Ia juga menyampaikan pentingnya pertemuan dengan stakeholder dilakukan untuk mengetahui perkembangan terkini perekonomian Kalbar.

"Pertemuan ini sangat strategis, kami sampaikan juga 99 persen beras kita pasok dari luar seperti Jawa dan Sulawesi. Tantangan pengiriman transportasi relatif, tetapi yang kita harapkan waktu dwelling time yang mempercepat agar beras yang datang segera bisa didistribusikan," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved