Ganti Rugi Bandara Pihak Berperkara Dititipkan ke Pengadilan Negeri Singkawang

Jadi sebelum proses Konsinyasi ini didorong ke Pengadilan Negeri, pihaknya sekali lagi akan mengundang pemilik tanah dan pihak terkait.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Kepala Dinas Perhubungan Singkawang, Sumastro. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak,  Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANANK.CO.ID, SINGKAWANG - Pemerintah Kota Singkawang memberikan ganti rugi dan pelepasan obyek pengadaan tanah untuk bandar udara (Bandara) Baru Kota Singkawang.

Kepala Dinas Perhubungan Singkawang, Sumastro menuturkan, kepada pihak-pihak yang masih menyatakan tidak setuju dengan besaran ganti rugi yang ditetapkan, begitu juga dengan pihak-pihak yang mendaftarkan perkara ini ke Pengadilan Negeri Singkawang dikarenakan adanya persoalan-persoalan di internal mereka.

Baca: Paparkan Perkembangan Ekonomi Terkini Kalbar, BI Sebut NPL Aman

Baca: Masih Ada Pihak Tidak Setuju Nilai Ganti Rugi Lahan Bandara Singkawang

Termasuklah mengenai hak tanggungan sehingga terjadi permasalahan dengan Perbankan, itu juga ketika 14 hari setelah musyawarah ganti rugi yang dilaksanakan pada tanggal 30 Mei lalu, maka pada 29 Juni kemarin pihak tersebut masuk dalam kategori tidak bisa menerima ganti rugi yang ditetapkan. 

"Sehingga yang kita pedomani adalah bahwa ganti ruginya kita titipkan ke Pengadilan Negeri Singkawang atau yang biasa disebut dengan Konsinyasi (titipan uang)," ujarnya, Rabu (18/7/2018).

Jadi sebelum proses Konsinyasi ini didorong ke Pengadilan Negeri, pihaknya sekali lagi akan mengundang pemilik tanah dan pihak terkait. 

"Kita undang untuk memberikan suatu pemahaman, informasi atau ruang dialog dengan mereka," ungkapnya. 

Jika dalam pertemuan terakhir nanti tetap tidak ada perubahan, maka sesuai ketentuan dan time schedule yang akan dilaksanakan maka pihaknya bersama BPN akan mendaftarkan persil-persil tanah itu berikut dengan nama-nama pemilik (menguasai) ke Pengadilan Negeri Singkawang.    

"Beserta besaran ganti ruginya itu akan kita titipkan ke rekening Pengadilan Negeri," katanya. 

Apabila ganti rugi sudah dititipkan ke Pengadilan Negeri, jika yang bersangkutan tidak puas dengan alasan besarannya tidak cocok dengan mereka silahkan mendaftarkan perkara ke Pengadilan Negeri Singkawang. 

"Kalau tidakpun maka Pengadilan Negeri yang akan memanggil pihak-pihak tersebut untuk mendengar saran dan masukannya," ujarnya.  

Menurutnya, hal ini penting untuk diketahui warga yang belum setuju atau persoalan tentang bentuk ganti rugi yang Pemkot sediakan.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved