Potensi Curah Hujan Masih Rendah, Waspadai Kemunculan Titik Api

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Mempawah-Kalbar, Wandayantolis merilis prospek iklim pentad (5 harian), Provinsi Kalbar berdasarkan data

Tayang:
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Madrosid
TRIBUNFILE/IST
bmkg 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Mempawah-Kalbar, Wandayantolis merilis prospek iklim pentad (5 harian), Provinsi Kalbar berdasarkan data update Senin (16/7/2018).

Menurutnya, kondisi iklim di wilayah Kalimantan Barat, berdasarkan pengamatan dari UPT BMKG wilayah Kalimantan Barat, terpantau bahwa selama periode 5 hari terakhir ini yakni pada 11-15 Juli 2018,arah angin dominan dari arah Tenggara hingga Barat Daya.

"Kecepatan angin terbesar 27 km/jam. Suhu udara tertinggi 36.3°C (Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak) dan terendah 22.2°C (Stasiun Meteorologi Susilo Susilo Sintang). Kelembapan udara tertinggi 99 persen (Stasiun Meteorologi Pangsuma Kapuas Hulu) dan terendah 37 persen (Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak), curah hujan kurang dari 1 mm/pentad pada 11-16 Juli 2018," ungkapnya, Senin (16/7).

Baca: Jarang Isi Full Tank Buat Tangki Cepat Rusak, Ini Kebenarannya!

Lanjutnya, kondisi curah hujan rendah pada 5 hari terakhir di wilayah Kalimantan Barat, yang dipengaruhi oleh kondisi suhu muka laut di sekitar wilayah Kalimantan Barat yang beranomali negatif (-1.5 sampai dengan -0.6), yang mengakibatkan berkurangnya pembentukan uap air.

"Gerak angin (streamline) yang terpengaruh oleh adanya Siklon Tropis di sekitar Tiongkok, sehingga massa udara di wilayah Kalbar cenderung bergerak ke arah tersebut, yang mengakibatkan berkurangnya potensi pembentukan awan konvektif, hingga penurunan curah hujan di wilayah Kalbar," urainya.

Menurut Wandayantolis, secara umum curah hujan di wilayah Kalbar pada 5 hari ke depan, 16-20 Juni 2018 diprakirakan hanya berkisar antara 0-5 mm/pentad.

Dimana kondisi curah hujan tersebut diprakirakan lebih rendah dari normalnya. Suhu udara di wilayah Kalbar pada 5 hari ke depan diprakirakan berkisar antara 24.0°C hingga mencapai lebih dari 33.0°C, dimana kondisi suhu tersebut diprakirakan lebih tinggi dari normalnya.

"Waspada peningkatan potensi munculnya titik api pada beberapa hari ke depan. Dengan kondisi tersebut, diimbau bagi masyarakat untuk mengurangi aktifitas yang dapat menimbulkan potensi munculnya asap di wilayah Kalbar," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved