Petani di Paloh Keluhkan Anjloknya Harga Lada dan Karet

Muzali menambahkan, untuk di daerahnya memang bergantung dengan hasil pertanian dan perkebunan.

Tayang:
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Muzali, petani lada Dusun Sungai Tengah, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalbar, sedang menjemur lada miliknya. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Beberapa hasil komoditas pertanian dan perkebunan, saat ini mengalami penurunan harga.

Sehingga menjadi keluhan para petani, khususnya para petani lada dan karet.

Baca: Suasana Launching SIPP dan TLRHP Pemkot Pontianak

Baca: Warga Keluhkan Jalan Nasional Ruas Ketapang-Siduk Banyak Lubang

Baca: Tim Gabungan di Jawai Berjibaku Padamkan Karhutla Seluas 50 Hektare

Satu di antara petani lada Dusun Sungai Tengah, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Muzali (68) mengungkapkan, saat ini petani lada sangat mengeluhkan sekali anjloknya harga lada.

"Jadi, saat ini memang harga lada sangat anjlok. Di kalangan petani saja, harganya Rp 55 ribu. Kalau tahun sebelumnya masih bisa tembus di atas Rp 100 ribu, malah 2 tahun yang lalu harga lada tembus sampai Rp 180 ribu. Kami tahu perawatan lada begitu kompleks, sehingga perlu perawatan dan biaya yang besar, sehingga dengan harga jual lada tersebut membuat petani lada merugi," ungkapnya, Senin (16/7/2018).

Muzali menambahkan, untuk di daerahnya memang bergantung dengan hasil pertanian dan perkebunan.

Selain itu, menurutnya hasil karet juga mengalami harga yang anjlok.

"Di lokasi kami hanya Rp 8 ribu per kilogram. Dengan harga tersebut, membuat kami bingung mau usaha apalagi, ditanam lada harganya turun, di tanam karet harganya juga turun, sedangkan 2 komoditi tersebut menunjang kehidupan layak kami," jelasnya.

Muzali menegaskan, para petani sangat berharap kepada pemerintah, untuk bentul-betul memperhatikan nasib petani lada dan karet.

"Tolonglah carikan solusinya, supaya kami bisa merasakan hasil kami dengan baik, sehingga masa depan anak kami bisa sejahtera dengan di tunjangnya harga yang layak buat petani," sambungnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved