Merusak Moral, 'Menyontek' Harus Dilawan

Ia mengungkapkan, ada banyak alasan yang mendasari siswa melakukan tindakan tak terpuji itu.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Siswa kelas XII MIPA 1 SMAN 4 Pontianak, Fifi Izzati. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memiliki nilai akademik yang bagus itu penting. Tapi memastikan nilai yang didapat adalah hasil dari kejujuran jauh lebih penting.

Hilang makna keutamaan tingginya nilai akademik bila ternyata didapatkan dari hasil menyontek saat ujian. Karenanya, menyontek saat ujian perlu dilawan.

Baca: Bagi Evi, Beasiswa Jembatan Mewujudkan Mimpi

Baca: Tips Jitu Membidik Beasiswa di Kampus Menurut Aspari

Baca: Berburu Beasiswa di Kampus dan Benefit Luasnya

"(Menyontek saat ujian) ini jelas perilaku yang sangat merusak moral. Dan menyontek ini harus dilawa," nilai satu dari siswa SMAN 4 Pontianak Fifi Izzati (17), Sebiny (16/07/2018).

Ia mengungkapkan, ada banyak alasan yang mendasari siswa melakukan tindakan tak terpuji itu. Paling utama tentunya keinginan untuk mendapatkan nilai tinggi secara instan.

Selain itu, bisa pula adanya dorongan dari pihak lain, seperti tuntutan orangtua tidak mentolerir nilai ujian jelek si siswa, tanpa mahu tahu bagaimana cara mendapatkan nilai tersebut.

Sebagaimana alasan pemicunya, ada banyak pula alasan yang membuat aktivitas menyontek ini harus di lawan.

"Karna daru perilaku menyontek inilah awal dari kasus-kasus yang akan terjadi nantinya. Misalnya korupsi, suap, dan sebagainya," sambungnya.

Jika tak di lawan, siswa yang terbiasa menyontek akan terus ketergantungan.  Akibatnya, tidak paham dengan materi pelajaran sebagaimana mestinya.

"Siswa tersebut akan malas mengerjakan tugas dan tidak berusaha menemukan solusi. Sehingga tidak memahami dari materi pembelajaran  yang ada," pungkasnya. 

Penulis: Ishak
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved