Kapolsek Beberkan Penyebab Dugaan Warga Meliau Hilir Bunuh Diri

Kemudian, surat pernyataan penolakan otopsi oleh keluarga korban yakni ANG dengan disaksikan Kades Sungai Kembayau dan para saksi.

Kapolsek Beberkan Penyebab Dugaan Warga Meliau Hilir Bunuh Diri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Petugas dari Polsek Meliau dan warga sekitar saat mengevakuasi korban diduga bunuh diri di di dusun Meliau Hilir, desa Meliau Hilir, kecamatan Meliau, Sabtu (14/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kapolsek Meliau, Iptu MR Pardosi menjelaskan, penyebab dugaan terjadinya bunuh diri belum dapat diketahui secara pasti namun menurut hasil interogasi dari para saksi bahwa sudah dua hari terakhir korban mengeluh sakit pada bagian perut diperkuat dengan adanya postingan Facebook milik korban yang menyiratkan keputusasaan akibat belum sembuh dari penyakit yang diderita.

“Hasil koordinasi dan penggalangan terhadap pihak keluarga korban yaitu dapat menerima atas kematian korban sehingga telah dilaksanakan penandatanganan terhadap dokumen-dokumen, ” katanya, Senin (16/7/2018).

Baca: Geger! Warga Meliau Hilir Dihebohkan Penemuan Mayat Pria Diduga Bunuh Diri

Baca: Lowongan Kerja - Minat Jadi Fotografer dan Kameramen Kemenpora? Cek Infonya di Sini

Baca: Pegawai Dinas PUPR Tewas Babak Belur Dalam Tahanan, Polisi Beberkan Kronologinya

Kemudian, surat pernyataan penolakan otopsi oleh keluarga korban yakni ANG dengan disaksikan Kades Sungai Kembayau dan para saksi.

Sebelumnya diberitakan, Warga desa Meliau Hilir digegerkan dengan penemuan mayat pria inisial AB (warga desa Sungai Kembayau) yang diduga bunuh diri dengan menggunakan senapan angin disebuah rumah di dusun Meliau Hilir, desa Meliau Hilir, kecamatan Meliau, Sabtu (14/7).

Kapolsek Meliau, Iptu MR Pardosi menjelaskan kronologis ditemukanya mayat yakni, pada Sabtu 14 Juli 2018 kedua orang saksi, yakni NT dan TF melihat bahwa korban masih tidur kemudian pada pukul 06.00 Wib Saksi NT berangkat kerja ke Toko Tetap Jaya dan pada pukul 07.00 WIB Saksi TF berangkat kerja ke Toko Jaya Sentosa.

“Pada pukul 15.30 Wib, Saksi NT selesai bekerja kemudian mendatangi Saksi TF untuk bersantai di Kapal Bandung milik Toko Jaya Sentosa. kemudian pada pukul 17.00 wib, kedua orang saksi berjalan kaki pulang menuju ke rumah dan pada pukul 18.00 Wib kedua orang saksi tiba di rumah dan mengetahui pintu belakang dan seluruh jendela dalam keadaan terkunci dari dalam serta pintu depan terkunci dari dalam maupun dari luar, ” katanya, Senin (16/7). 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved