Advertorial

Berkat Program JKN KIS, Masa Depan Bocah SD di Pontianak Ini Terselamatkan

Saat ditemui tim BPJS Kesehatan di kediamannya, Puji menceritakan musibah yang menimpa anak keduanya yang bernama Muhammad...

Berkat Program JKN KIS, Masa Depan Bocah SD di Pontianak Ini Terselamatkan
TRIBUNFILE/IST
Peserta PPU swasta 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Puji Astuti (40), seorang Ibu Rumah Tangga yang memiliki 3 orang anak.

Suaminya bekerja di sebuah perusahaan swasta yang ada di Kota Pontianak.

Baca: Meriahkan HUT BPJS Kesehatan ke-50, Para Pensiunan Ikuti Senam Sehat

Dalam kesehariannya Puji mengurusi kebutuhan rumah beserta suami dan anak-anaknya.

Saat ditemui tim BPJS Kesehatan di kediamannya, Puji menceritakan musibah yang menimpa anak keduanya yang bernama Muhammad Hasbianto pada Januari 2017 silam.

Hasbianto yang saat itu duduk di kelas enam SD tidak mau berangkat ke sekolah dikarenakan ia merasa sedang kurang enak badan, akan tetapi sang Ibu tetap memaksa anaknya untuk sekolah dengan alasan sudah mendekati ujian akhir sekolah dan keadaan anaknya tidak demam saat itu.

Akhirnya Hasbianto pergi sekolah demi menuruti nasihat sang Ibu.

Dengan mata berkaca-kaca, Puji seolah tak mampu untuk melanjutkan ceritanya kepada tim BPJS Kesehatan, namun dengan sedikit terbata-bata ia kembali melanjutkan ceritanya.

“Tiba-tiba siang hari saat sedang di rumah saya didatangi oleh salah satu guru Hasbianto, perasaan saya sudah tidak nyaman, guru Hasbi menyampaikan berita bahwa anak saya terkena musibah, matanya tidak sengaja tersayat gunting temannya dan saat ini sedang berada di rumah sakit terdekat dengan sekolah”, cerita Puji.

Musibah memang kehendak yang Kuasa, dihindari bagaimanapun jika sudah kehendak Tuhan maka manusia tidak bisa berbuat apa-apa.

Dokter menyatakan retina mata kiri anak Puji putus dan harus segera dilakukan operasi di Rumah Sakit yang lebih lengkap fasilitasnya, dan rumah sakit di Pontianak tidak dapat melakukan operasi tersebut sehingga Hasbianto harus dirujuk ke Rumah Sakit Khusus Mata di Bandung.

“Alhamdullih masa depan anak saya terselamatkan berkat program JKN-KIS, meski masih samar-samar anaknya kini bisa melihat kembali dan saat ini masih dalam proses penyembuhan sampai fungsi matanya kembali normal.

Puji mengatakan, jika menjadi pasien umum tentunya biaya yang dihabiskan sudah mencapai ratusan juta rupiah, beruntung perusahaan suami sudah mendaftarkan karyawannya ke BPJS Kesehatan.

Dengan mengikuti prosedur yang ada Hasbianto pun bisa dioperasi di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, dan saat ini sudah 2 kali menjalani operasi perbaikan retina mata.

“Terima kasih program JKN KIS, program yang memikirkan masyarakatnya dalam bidang kesehatan sehingga operasi mata anak saya dapat terlaksana tanpa dikenakan biaya sedikitpun. Terima kasih juga untuk semua peserta JKN KIS sehat yang sudah rutin membayar iuran sehingga membantu peserta sakit. Mohon doanya untuk kesembuhan mata anak saya seperti semula”, ungkap Puji.(adv)

Yuk Follow Instagram tribunpontianak. 

Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved