Editorial

Hentikan Sebutan Kecebong Kampret

Sesama manusia saling menghargai. Menurut saya, itu (cebong dan kampret) bagian-bagian yang harus dihilangkan dari ruang publik

Hentikan Sebutan Kecebong Kampret
ilustrasi
Ilustrasi

Namun, jangan sampai kebebasan itu digunakan untuk saling mencemooh antarmasyarakat, saling menjelekkan sesama saudara sebangsa dan setanah air, karena berbeda pilihan politik.

"Itu bukan etika dan budaya bangsa kita Indonesia. Jangan sampai kita justru dari luar negeri dikagumi, dari luar dijadikan contoh, tapi di dalam kita menjadi retak gara-gara urusan pilkada, pilgub, pilpres, sangat rugi sekali kita," tutur Jokowi.

Kita mendukung penyebutan kecebong dan kampret dihentikan. Sudah semestinya para kandidat yang akan bertarung di pilpres 2019 juga mengingatkan para pendukungnya agar istilah-istilah yang sudah terlanjur tersebar itu bisa dihentikan.

Dan itu hanya bisa dilakukan jika kedua belah pihak sama-sama berhenti. Warganet di medsos ibarat pengguna jalan raya yang jika tidak mengedepankan etika berkendara akan mengalami tabrakan.

Meski sepakat untuk dengan Aa Gym dan TGB, kita juga mendorong pemerintah melakukan literasi medsos yang baik, termasuk persoalan etika.

Pendidikan sejak dini tentang netiket atau etika dalam berkomunikasi melalui internet penting dilakukan. Bila hal ini diabaikan, kita khawatir pada masa mendatang masyarakat Indonesia akan semakin tajam terpolarisasi. (*)

Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved