KPK Temukan Bukti Kuat Terima Suap, Zumi Zola Resmi Tersangka

Sebelumnya, Zumi Zola telah dijerat dan ditahan sebagai tersangka gratifikasi dari proyek di lingkungan Pemprov Jambi.

KPK Temukan Bukti Kuat Terima Suap, Zumi Zola Resmi Tersangka
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur Jambi Zumi Zola menggunakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan status tersangka kepada Gubernur Jambi nonaktif, Zumi Zola.

Ia diduga memerintahkan anak buahnya mengumpulkan uang untuk diberikan kepada anggota DPRD Jambi.

Baca: Polda Kalbar Gagalkan 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Kurun Waktu 3 Bulan

Baca: Kelas Inkubi Fintech Pekan Ini Bedah Strategi Bisnis di Era Milenial

Baca: Lantamal XII Pontianak Latih Teknik Dasar Menyelam Pada Anak Prajurit TNI AL

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan penetapan tersangka ini merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 28 November 2017 lalu.

Dimana KPK menetapkan status tersangka pada anak buah Zumi Zola dan anggota DPRD Jambi.

Mereka yakni Supriyono-Anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019, ‎Erwan Malik-Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Arfan-Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, dan Saipudin-asisten daerah 3 Provinsi Jambi pada November 2017 silam.

Dimana saat itu, KPK mengamankan uang Rp 400 juta sebagai barang bukti dari Supriyono terkait pengesahan RAPBD TA 2018.

Uang ditujukan agar anggota DPRD bersedia hadir untuk pengesahan RAPBD.

"Dalam perkembangannya ditemukan bukti dugaan pemberian suap yang besar pada sejumlah pihak dan dugaan penerimaan gratifikasi oleh Gubernur Jambi ZZ. Terkait hal tersebut, KPK meningkatkan kembali satu perkara ke penyidikan dengan tersangka ZZ," kata Basaria, Selasa (10/7/2018) ‎di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Atas perbuatannya, Zumi Zola disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Mencermati fakta-fakta di persidangan para tersangka sebelumnya dan didukung alat bukti berupa keterangan saksi, surat dan barang bukti elektronik kata Basaria,‎ Zumi Zola diduga mengetahui dan setuju terkait uang ketok palu.

Halaman
12
Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved