Danrindam: Tugas Prajurit Infanteri Menghancurkan Musuh

Tugas pokok prajurit infanteri adalah mencari, mendekati, menghancurkan dan menawan musuh serta merebut, menguasai dan mempertahankan medan

Danrindam: Tugas Prajurit Infanteri Menghancurkan Musuh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Komandan Rindam XII Tanjungpura, Kolonel Inf Martin Susilo Martopo Turnip, telah melantik sebanyak 221 prajurit Tamtama Infanteri yang lolos pendidikan di Lapangan Sapta Marga Rindam XII Tanjungpura, Senin (9/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Komandan Rindam XII Tanjungpura, Kolonel Inf Martin Susilo Martopo Turnip  melantik sebanyak 221 prajurit Tamtama Infanteri yang lolos pendidikan.

Para prajurit ini resmi menyandang brevet “Yuddha Wastu Pramukha” dan sekaligus memimpin upacara penutupan Dikjurtaif Abit Diktama TNI AD Tahun Anggaran 2017 (OV) di Lapangan Sapta Marga Rindam XII Tanjungpura, Senin (9/7/2018).

“Tugas pokok prajurit infanteri adalah mencari, mendekati, menghancurkan dan menawan musuh serta merebut, menguasai dan mempertahankan medan,” ujar Danrindam XII TPR, Kolonel Inf Martin Susilo Martopo Turnip saat membacakan amanat tertulis Danpusennif Kodiklat TNI AD.

(Baca: Warkop Panorama Tak Hanya Tempat Menyeduh Kopi Tapi Sediakan Berbagai Sarapan )

Dalam amanat tertulis tersebut, dijelaskan bahwa pendidikan Dikjurtaif Abit Dikmata adalah lanjutan dari Dikmata Tahap Pertama yang sudah kalian laksanakan.

“Melalui Dikjurtaif Abit Dikmata TNI AD, siswa diberikan bekal ilmu kecabangan sesuai dengan Tri Pola Dasar Pendidikan yang tertuang dalam tujuan kurikulum pendidikan yaitu mengembangkan kemampuan Tamtama siswa TNI AD agar memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit Sapta Marga dan Sumpah Prajurit,” katanya.

Menurutnya,  tujuan pendidikan tersebut maka diperoleh kemampuan keluaran pendidikan yaitu memiliki kemampuan teknik dan taktik dasar kecabangan infanteri.

“Keberhasilan pendidikan yang telah para mantan siswa capai melalui Tripola Dasar Pendidikan adalah hasil kerja keras, ketekunan, ketabahan, keuletan dan disiplin para mantan siswa mengikuti pendidikan,” ujarnya.

Dia berpesan, agar prajurit jangan cepat puas. “Karena kalian setelah selesainya pendidikan ini dituntut untuk dapat mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan serta keterampilan yang telah kalian terima dalam pelaksanaan tugas di satuan,” katanya.

(Baca: Sering Ikut Kejuaraan hingga se-Asia Pasifik, Ini Harapan Luppy Driver RC asal Pontianak )

“Perlu diketahui bahwa TNI AD saat ini sedang melaksanakan transformasi dalam rangka mewujudkan visi TNI AD, yakni AD yang solid, profesional, tangguh, modern dan berwawasan kebangsaan, selalu mencintai dan dicintai rakyat,” ujarnya.

Perwira dengan tiga melati di pundaknya ini mengatakan berkaitan dengan hal tersebut maka infanteri juga melakukan transformasi, dan sudah banyak mengalami perubahan di antaranya penambahan alutsista baru seperti Ranpur Anoa, M113-A1 dan Rantis Komodo.

“Perubahan taktik bertempur infanteri, revisi dan penyusunan organisasi maupun bujuk infanteri dihadapkan dengan persfektif ancaman ke depan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan infanteri yang handal. Sesuai semboyan Infanteri cari, dekati dan hancurkan,” katanya. 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved