Miris! Impian Pergi Umrah Pupus, 2 Calon Jemaah Umrah Korban Travel Bodong Sudah Meninggal Dunia

Juliansyah menuturkan dalam surat Perjanjian dengan Haji Adam telah dibuat dan ditanda tangani diatas meterai.

Miris! Impian Pergi Umrah Pupus, 2 Calon Jemaah Umrah Korban Travel Bodong Sudah Meninggal Dunia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Calon Jemaah Umrah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Miris, hingga dua calon jamaah umrah asal Kubu Raya meninggal dunia,‎ masih belum ada kejelasan dari pihak travel terkait keberangkatan ibadah umrah.

“Kasihan. Padahal kedua almarhum sangat menginginkan untuk ibadah umrah,” kata Juliansyah satu diantara calon jamaah umrah pada Senin (9/7/2018) di Mapolda Kalbar.

Ia sebutkan kedua almarhum telah menyetor untuk biaya keberangkatan masing masing sebesar Rp24,5 juta kepada Haji Adam.

Baca: Puluhan Warga Desa Jeruju Besar Jadi Korban Travel Bodong

Baca: 179 Jamaah Haji Mempawah Akan Berangkat, Kepala Kantor Kemenag Imbau Jamaah Jaga Kesehatan

Baca: Sekretaris MUI Kalbar : Masyarakat Jangan Tergoda Dengan Harga Murah

Baca: Sekda Kayong Utara Sebut Bangkai Speedboat yang Tenggelam Karena Tak Terpelihara

“Saya belum tahu apakah sudah dikembalikan uangnya. Kalau kami belum ada yang dikembalikan uangnya,” tuturnya.

Juliansyah menuturkan dalam surat Perjanjian dengan Haji Adam telah dibuat dan ditanda tangani diatas meterai. Tapi janji tinggal janji, uang pun melayang.

Dari puluhan calon jamaah umrah, jika Totalkah uang yang telah disetor oleh para jamaah sebesar Rp433 juta lebih sejak tahun 2016.

Seperti dikabarkan sebelumnya, puluhan warga Desa Jeruju Besar Sui Kakap Kubu Raya sebagai calon jamaah ibadah umroh jadi korban penipuan travel bodong.

Korbaan terdiri dari 32 warga Desa Jeruju Besar Kecamatan Sui Kakap menjadi korban PT Raja Korp Indonesia, melaporkan janji manis dari travel, melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Kalbar.

“Ternyata setelah dicek ke Jakarta travel ini tidak ada. Bahkan kami sudah tanya ke Kemenag Kalbar, travel ini tidak terdaftar,” ungkap Mariyadi saat ditemui Mapolda Kalbar pada, Senin (9/7/2018).

Disebutkan Mariyadi, para jamaah telah menyetor lunas dengan biaya umrah Rp24,5 juta per orang kepada Haji Adam, orang yang disebut-sebut perwakilan travel di Kalbar.

Baca: Prediksi Skor Akhir Prancis vs Belgia: Head to Head, Bursa dan Perkiraan Pemain

Baca: Tak Hanya Anak Kecil, Orang Dewasa Bisa Terkena Campak, Lho!

Baca: Ini Tips Agar Kerja dan Kuliah Bisa Disinergikan

Baca: Ternyata Hasil Penelitian dari Pernikahan yang Digelar Mewah Rentan Perceraian!, Ini Penjelasannya

Lanjutnya, Sehingga total uang yang telah disetor sebanyak Rp433 juta. Setoran ini sudah diterima Haji Adam sejak tahun 2016.

“Haji Adam bersama Abdul Rajak yang pertama kali menawarkan ke kami. Uangnya disetor ke Haji Adam. Tapi tidak ada kejelasan,” tuturnya.

Ditambahkan Hafsah, dari total calon jamaah hanya lima orang yang diberangkatkan. Itu pun melalui travel lain bukan PT Raja Korp Indonesia.

“Ada yang di berangkatkan, itu pun hanya lima orang, setelah di lakukan desak-desakan. Apalagi Haji Adam yang menerima uang juga tidak berangkat. Setiap kali ditanya malah janji janji terus. Ini buat keraguan kami,” tuturnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved