Ini Kata Midji Saat Didatangi Rombongan Dari Malaysia Untuk Jajaki Kerjasama Bidang Kesehatan

Terpenting bagi Midji masyarakat akan mendapatkan pelayanan kesehatan lebih baik dan murah...

Ini Kata Midji Saat Didatangi Rombongan Dari Malaysia Untuk Jajaki Kerjasama Bidang Kesehatan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Sutarmidji menunjukan ruangan pontiv center pada rombongan dari Malaysia. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Wali Kota Pontianak, Sutarmidji dan Edi Rusdi Kamtono menyambut langsung kedatangan tamu dari negara tetangga tetapnya perwakilan dari Normah Medical Spesialist Center di Kuching, Sarawak.

Sutarmidji menyambut baik kedatangan rombongan tersebut karena menurutnya mereka mengajak meningkatkan hubungan kerja sama.

Baca: Pihak Rumah Sakit Normah Jajaki Shering Ilmu Medis Dengan Pemkot Pontianak dan Kalbar

Baca: Tertangkap! Peretas Situs Bawaslu Ngaku Cuma Iseng

"Kerja sama antara dua rumah sakit untuk peningkatan kapasitas SDM nya, bisa untuk penanganan, jenis jenis penyakit tertentu supaya lebih murah dan masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal," ucap Midji saat diwawancarai, Jumat (6/7/2018).

Terpenting bagi Midji masyarakat akan mendapatkan pelayanan kesehatan lebih baik dan murah.

Baca: Terkait Dukungan ke Jokowi, Hidayat Nur Wahid Minta Gubernur NTB Klarifikasi

Kemudian bentuk kerjasama yang mungkin saja dilakukan adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Untan mendapat tempat untuk praktik meningkatkan kemampuan medisnya, bila perlu jika boleh maka koasnya keluar negeri bisa dilakukan Rumah Sakit Normah.

"Mereka mengharapkan standar rumah sakit bisa standar internasional, kelemahan kita masih di semuanya bidang. Kecuali dokter, dokternya kita sudah cukup banyak yang ahli ahli, tapi kalau fasilitas dan manajemen itu kelemahan kita," tambahnya.

Kemudian fisik rumah sakit yang ada di Kalbar juga belum bisa seperti di Normah. Menurut Midji seharusnya gedung RS dibangun vertikal supaya pelayanan bisa cepat.

"Kalau terlalu banyak gedung, bayangkan dokter mau satu blok ke blok yang lain dia perlu waktu jalan, sehingga dia habiskan waktu untuk jalan saja, kayak RS Sudarso itu bisa 40 menit. tapi kalau vertikal dia bisa keliling cepat. Percepatan itu juga bisa harus dihitung, bayangkan dokter memghabiskan waktu satu hari untuk jalan di lorong ke lorong , koridor ke koridor itu kan rugi," tambahnya.

Ia mencontohkan jima satu jam seorang dokter bisa memeriksa enam orang, maka satu bulan berapa banyak akumulasi. Dari pada itulah efesiensi seperti itu harus difikirkan.

"Maka nanti saat menjadi Gubernur Kalbar, saya tetap membangun RS sembilan sampai 12 lantai di Sudasro itu, dan akan saya lakukan pertama kali," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved