Junaidi Bersyukur Seluruh Anggota Keluarga Selamat Dari Amukan Sijago Merah

Junaidi menjelaskan didalam rumahnya ada delapan orang, dua orang mertuanya, adiknya dan lima orang ia beserta istri dan anak-anaknya.

Junaidi Bersyukur Seluruh Anggota Keluarga Selamat Dari Amukan Sijago Merah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melihat lokasi kebakaran yang menewaskan satu orang dan 10 lainnya mengungsi di Gang Merak 3, Jalan Pak Kasih, Rabu (4/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Junaidi (42) tetap bersyukur meskipun seluruh harta didalam rumahnya tak satupun yang dapat diselamatkan akibat amukan api, ia bersyukur lantaran seluruh keluarganya yang berada didalam rumahnya selamat semuanya.

Junaidi menjelaskan didalam rumahnya ada delapan orang, dua orang mertuanya, adiknya dan lima orang ia beserta istri dan anak-anaknya.

"Alhamdulillah seluruh keluarga saya selamat, harta dapat dicari dan kita tetap bersyukur karena diberikan keselamatan," ucapnya dengan muka tampak masih trauma akan kebakaran, Rabu (4/7/2018).

Pria berumur 42 tahun dengan tiga anak ini menceritakan awal mula diketahui kebakaran bermula ketika anaknya yang tidur dikamar depan merasa kan hawa panas dan kamar tersebut bersebelahan dengan rumah Efendi.

Anaknya terbangun karena hawa panas dan melihat api menjalar -jalar san sudah besar. Saat itu sekitar jam 02.00- 02.30 lah.

Melihat api yang membesar, anaknya lantas membangunkan seisi rumah dan berhamburan menyelamatkan diri keluar rumah dan saat itu api mukai menjalar dikediamannya.

"Melihat api yang sudah membesar kota sudah tak bisa berkata banyak. Panik sudah pasti, barang berharga pun tidak dapat di selamatkan. Terpenting keluarga saya selamat jak lah," katanya.

Dijelaskan Junaidi, bahwa Efendi yang mengalami gangguan jiwa itu, pada beberapa hari yang lalu pernah berkata ingin membakar. Namun Junaidi tidak menanggapi perkataan tersebut, karena saat itu Efendi berbicara sendiri.

Korban lainnya, Fauzi yang rumahnya bersebelahan dengan Junaidi mengaku sekitar pukul 01.00 WIB dinihari, tengah asik menonton bola bersama warga lainnya. Usai pertandingan selesai ia langsung beranjak pulang ke rumahnya yang bernomor 10. Sedangkan warga lainnya pindah nonton ke arah depan gang.

"Saya pas pulang kerumah langsung tidur," ujar Fauzi saat menceritakan kejadian itu.

Fauzi menceritakan ketika sadar mengetahui kejadian yang tidak diduga itu sekitar pukul 02.30 WIB. Ketika itu ia hanya berdua dengan pamannya, karena keluarga lainnya seperti anak-anaknya tengah berada di Pulau Jawa dan istrinya tidur di rumah orangtuanya.

Saat dirinya mengetahui kejadian tersebut. Api sudah membesar, walau belum melalap rumahnya. Ia langsung menyelamatkan motor.

Dari penuturan Fauzi, pemilik rumah yang bernama Efendi ada riwayat gangguan kejiwaan. Kata dia, Efendi sudah lama mengalami gangguan kejiwaan. Sempat juga di bawa ke rumah sakit jiwa.

"Saat kejadian Efendi hanya tinggal sendiri, dia tak mempunyai anak. Kalau istrinya dalam keadaan sakit dan dibawa keluarga untuk dirawat. Dalam dua tiga hari ini malar (sering) keluar rumah dan ngomong sorang, rumahnya tak pernah ditutup, dibuka terus dan kita sudah ngomong dengan RT tapi belum ditanggapi," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved