Petisi Perdamaian Kalbar, Ini Dia Isinya, Nomor 3 Sangat Tegas

Adapun petisi yang disampaikan para perwakilan Ormas Islam pada pihak keamanan, Senin (2/7/ 2018) sebagai berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Suasana pertemuan berbagai organisasi masyarakat (ormas), forum, majelis, paguyuban dan tokoh-tokoh Kalbar saat serahkan surat petisi kepada Pemprov Kalbar di Kantor Gubernur Kalbar, Jalan Ahmad Yani 1 Pontianak, Senin (2/7/2018) siang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Gabungan Organisasi Umat Islam Kalbar memberikan pernyataan sikap terhadap situasi dan kondisi yang terjadi ditengah masyarakat pasca pelaksanaan pencoblosan Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar dan kepala daerah tingkat dua pada Pilkada serentak 2018.

Adapun petisi yang akan disampaikan para perwakilan dari berbagai Ormas Islam pada pihak keamanan, Senin (2/7/ 2018) sebagai berikut.

Suasana pertemuan berbagai organisasi masyarakat (ormas), forum, majelis, paguyuban dan tokoh-tokoh Kalbar saat serahkan surat petisi kepada Pemprov Kalbar di Kantor Gubernur Kalbar, Jalan Ahmad Yani 1 Pontianak, Senin (2/7/2018) siang.
Suasana pertemuan berbagai organisasi masyarakat (ormas), forum, majelis, paguyuban dan tokoh-tokoh Kalbar saat serahkan surat petisi kepada Pemprov Kalbar di Kantor Gubernur Kalbar, Jalan Ahmad Yani 1 Pontianak, Senin (2/7/2018) siang. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO)

1. Berkaitan dengan kejadian di beberapa tempat pada saat usai pemungutan suara dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat 2018, mencederai rasa Persatuan dan Kesatuan di Kalimantan Barat, sementara seluruh Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pasangan Walikota dan Wakil Walikota telah sepakat untuk melaksanakan Pilkada Damai, yang berarti seluruh Calon Kepala Daerah di Kalimantan Barat 'Siap Menang dan Siap Kalah' dalam Pilkada ini.

2. Namun sangat disayangkan dibeberapa tempat di Kalimantan Barat terjadi upaya intimidasi oleh oknum oknum tertentu terhadap sekelompok suku yang mereka duga tidak memilih pasangan calon yang mereka dukung.

3. Menyikapi hal ini dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Harga Mati, kami Umat Islam Kalimantan Barat meminta Kepada Pimpinan Negara Republik Indonesia dalam Hal ini Pj Gubernur Kalbar sebagai Wakil Pemerintah Pusat di daerah serta Kapolda Kalbar dan Pangdam XII/Tanjungpura untuk melakukan tindakan sebagai berikut.

a. Menghentikan segala bentuk intimidasi dan teror kepada siapapun yang berlainan pilihan dalam Pilkada Kalbar ini, sebagai konsekuensi Pemilu yang Jujur Adil, Bebas dan Rahasia

b. Melindungi setiap orang termasuk harta bendanya sebagai bentuk pelaksanaan UUD 1945 dan penghargaan terhadap Universal Declaration Of Human Right.

c. Menindak tegas oknum yang melakukan intimidasi dan teror kepada siapapun juga termasuk 'Tokoh Intelektual' yang berdiri dibelakangnya sehingga hukum harus menjadi Panglima di Negara Republik Indonesia khususnya di Kalimantan Barat, tanpa melihat kedudukan sosial pelakunya.

4. Demikian Petisi Umat Islam Islam Kalimantan Barat ini kami sampaikan agar dapat menjadi perhatian yang serius dari pejabat yang berwenang.

Baca: Pemprov Kalbar Dukung Petisi Perdamaian

Baca: Dewan Apresiasi Seruan Perdamaian Kalbar

Baca: Ormas Sampaikan Petisi, Serukan Perdamaian Kalbar

 

Teken Petisi

* Persatuan Orang Melayu (POM) Kalbar
* Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM)
* Pemuda Pancasila (PP)
* Paguyuban Jawa
* SPM
* PPrM
* FPI
* IKDI
* DDII
* Dewan Masjid
* Majelis Pengajian Madani
* Miftahut Taubah
* Pemancing Bersalawat
* PMB, dan lain-lain.

Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved