Pilkada Serentak

Sultan Pontianak Ajak Taat Hukum dan Hormati Perbedaan

ia juga mengajak menunggu proses perhitungan suara yang dilakukan oleh KPU Propinsi Kalbar sebagai lembaga resmi Negara untuk pelaksana Pilkada.

Sultan Pontianak Ajak Taat Hukum dan Hormati Perbedaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Sultan Pontianak, Sultan Syarief Machmud (Melvin) Alkadri. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sultan Pontianak Ke IX Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkadri merilis secara resmi imbauan kepada masyarakat kota Pontianak dan Kalbar pada umumnya untuk taat hukum dan menghormati perbedaan Pilihan dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar.

Selain itu ia juga mengajak menunggu proses perhitungan suara yang dilakukan oleh KPU Propinsi Kalbar sebagai lembaga resmi Negara untuk pelaksana Pilkada.

"maka saya menghimbau kepada seluruh masyarakat kota Pontianak khusus nya masyarakat Kalbar umumnya untuk bersama2 menjaga keamanan dan kedamaian di Bumi Kalbar ini."ujarnya pada Minggu (1/7).

Baca: Imbauan PWNU Kalbar Soal Hasil Quick Count Pilgub Kalbar 2018

Dikatakannya lagi," Mari kita kawal karena Saat ini perhitungan perolehan suara masing-masing paslon masih dilakukan di tingkat Kecamatan PPK dan lanjut ketingkat KPU Kabupaten dan Pleno di KPU Provinsi pada tanggal 9 Juli Mendatang,"katanya.

Sultan Pontianak ini juga menuturkan Siapapun dan kita semua harus siap Menang dan Siap Kalah. Apabila ada pelanggaran-pelanggaran selama pelaksanaan pilkada, silahkan kumpulkan bukti-bukti pelanggaran tersebut dan laporkan kepada Panwaslu atau melalui proses hukum,

"begitu pula apabila tidak puas dengan penetapan KPU dapat menempuh jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi,"tuturnya.

Dan ia pun mengimbau kepada masyarakat Pontianak dan Kalbar pada umumnya untuk tidak mudah di hasut dan tidak mudah terpancing terhadap berita-berita Hoax atau informasi provokatif yang sengaja di ciptakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang menginginkan Kalbar Rusuh, yang menginginkan terjadinya konflik di antara masyarakat Kalbar.

"Ingat, Damai itu indah, marilah hidup saling menghargai dan menghormati. Jangan kita Rusak Kalbar yang sudah aman dan damai,"imbau Sultan Pontianak ke IX

Tak hanya itu Kepada KPU sebagai penyelenggara Pilkada harus benar-benar netral, jujur, bersih dan profesional, tidak boleh berpihak karena para komisioner telah di sumpah.

Ia juga berapa epada Pihak Keamanan baik Polri, TNI, khususnya Polri untuk Profesional, Cepat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya konflik yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan Kalbar. Jangan takut bertindak demi kepentingan Kalbar, demi keamanan Kalbar dan demi keselamatan bersama, tentu selama dalam aturan dan prosedur yang benar.

"Kepada Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pimpinan Ormas, marilah bersama-sama kita bergandengan tangan meredam gejolak, dan menjadi pendingin, penyejuk, pendamai. Jangan karena kepentingan sesaat kita jadi berkonflik satu sama lain,"kata Syarif Mahmud Melvin Alkadri

Dikatakannya lagi," Marilah kita berdoa agar selama proses perhitungan, penetapan oleh KPU dan hingga seterusnya, Kalbar Aman dan Damai."pungkasnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved