Miris! Gajah Betina Ditemukan Mati Mengenaskan di Bengkulu

Dalam pemeriksaan forensik veteriner ini ada 14 sampel dari hasil bedah bangkai gajah dan hasil pemeriksaan di TKP yang sudah diambil.

Miris! Gajah Betina Ditemukan Mati Mengenaskan di Bengkulu
Kompas.com
Bangkai gajah ditemukan di Bengkulu dan diperiksa tim BKSDA Bengkulu pada Sabtu (30/6/2018) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seekor gajah betina ditemukan mati dan telah membusuk di wilayah Hutan Produksi Terbatas (HPT) Air Teramang, Desa Retak Mudik, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Gajah berusia 20 tahun itu mati di kebun sawit milik warga. Mamalia bertubuh besar itu diperkirakan mati sekitar satu minggu lalu.

Baca: Viral Kapolres Landak Dipaksa Makan Babi, Ternyata Ini Kebenarannya!

Baca: IAR Indonesia Raih Penghargaan Suaka Satwa Terbaik Sedunia

Baca: Terungkap Dimana Zaskia Gotik Lakukan Perawatan Kecantikan dan Dokter yang Tangani, Pantes Kinclong!

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Provinsi Bengkulu, Suharno mengatakan, tim gabungan telah melakukan pemeriksaan nekropsi atau otopsi pada hewan.

"(Tim) yakni 12 orang dari BKSDA Bengkulu yang terdiri dari dokter hewan, polhut, TPHL sebanyak enam orang Polsek Sungai Rumbai, ditambah anggota Babinsa," ujar Suharno, Minggu (1/7/2018).

Menurut dia, hasil pemeriksaan di TKP juga menemukan kotoran dan jejak kaki kelompok gajah liar, serta dua pondok kebun yang telah dihancurkan oleh gajah liar.

Suharno menjelaskan, proses pemeriksaan dilakukan pada Sabtu (30/6/2018).

Dalam pemeriksaan forensik veteriner ini ada 14 sampel dari hasil bedah bangkai gajah dan hasil pemeriksaan di TKP yang sudah diambil.

Tujuannya, untuk memeriksa toksikologi dan histopatologi, serta memeriksa sampel DNA.

"Hasil pemeriksaan makroskopis menunjukan beberapa organ sudah mulai hancur dan membusuk. Sampel yang telah diambil selanjutnya untuk diperiksa ke laboratorium guna menegakkan diagnosis penyebab kematian satwa tersebut," ucapnya.

Sejauh ini, belum diketahui penyebab pasti kematian gajah tersebut. Penyebab kematian gajah masih dalam proses penyelidikan aparat gabungan dari Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BKSDA Bengkulu, Taman Nasional Kerinci Seblat, Polsek Sungai Rumbai, Koramil Ipuh, dan pihak desa setempat.

"Hutan Produksi Air Teramang dan sekitarnya merupakan habitat populasi terakhir kelompok besar gajah liar di Bengkulu," kata Suharno.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Seekor Gajah Betina Ditemukan Mati di Bengkulu"

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved