Pilbup Sanggau

Kapolres Sanggau: Sudah Saatnya Rekonsiliasi

“Sudah saatnya rekonsiliasi, tidak harus menunggu pengumuman siapa yang terpilih dan tidak,” ujarnya.

Kapolres Sanggau: Sudah Saatnya Rekonsiliasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan saat menyampaikan sambutanya di acara Penyelenggaraan Komunikasi Sosial Dengan Komponen Masyarakat yang digelar Kodim 1204/Sanggau, Jumat (29/6). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan menyampaikan, KPU kabupaten Sanggau memang belum menetapkan siapa yang terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sanggau, namun berdasarkan quick count (hitung cepat) pasangan nomor urut 2, PH-YO unggul dari pasangan nomor urut 1, YAS.

“Kepada para kontestan dan pendukung kontestan, diharapkan untuk kembali seperti biasa. Dalam arti, sudah saatnya rekonsiliasi, ” katanya dalam acara Penyelenggaraan Komunikasi Sosial Dengan Komponen Masyarakat yang digelar Kodim 1204/Sanggau, Jumat (29/6).

Dikatakanya, pesta sudah usai, ini waktunya cuci piring. Untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang mungkin timbul ketika pesta terjadi.

“Sudah saatnya rekonsiliasi, tidak harus menunggu pengumuman siapa yang terpilih dan tidak,” ujarnya.

Kapolres menegaskan, bahwa Pilkada adalah kontestasi, bukan kompetisi. Ia mengibaratkan dengan aktivitas perdagangan. “Banyak di Tanah Abang itu orang jualan baju. Bahannya mungkin sama, katunnya sama. Tinggal model dan cara memasarkan. Kalau cara memasarkannya baik, santun, dengan pola-pola yang humanis, menarik simpatik,bukan provokatif, jelas menuai hasil yang baik,” tuturnya.

Berbeda halnya jika pedagang yang ingin barangnya laku dengan menjelek-jelekkan pedagang lain. “Pasti yang bisa berpikir logis lebih baik mencari toko yang lain sebagai pengganti,” jelasnya.

Berbeda dengan komptesisi, dalam kontestasi tidak ada menang dan kalah. Yang ada hanyalah terpilih atau tidak terpilih. Inilah, yang harus digaungkan hingga 2019 nanti.

“Menang dan kalah itu hanya ada kompetisi. Ada juaranya, ada pemenangnya. Tapi kalau kontestasi ada jurinya ada yang memilih. Yang memilih siapa, Ya kita semua,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, Kabupaten Sanggau adalah miniatur Indonesia. Semua suku ada di dalamnya. Keberagaman yang ada adalah keindahan.

“Ketika saya bermain tenis kemarin, di atas langit Sanggau ini ada pelangi. Pelangi itu tidak satu warna. Kalau satu warna justru jelek. Artinya apa, Sanggau diberikan tanda oleh Tuhan, bahwa keberagaman di Sanggau ini indah, membawa kedamaian dan kenyamanan,” tegasnya.

Kapolres menuturkan, tidak kurang dari 700 suku di Indonesia dengan ratusan bahasa daerah. Bahkan untuk satu suku saja, bahasanya bisa beragam. Itulah, merupakan kekayaan bangsa Indonesia.

“Bahwa dalam agama Islam, Aku ciptakan kalian berbagsa-bangsa untuk saling mengenal. Kemarin setelah Pilkada, saya menyambangi setiap pasangan. Kami tidak tahu dan tidak mau tahu siapa yang terpilih dan tidak. Yang ingin kami tahu adalah bagaimana Sanggau ini kondusif, damai, masyarakatnya yang ngail tetap ngail, yang mau sekolah bisa tetap sekolah,”pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved