Pilkada Serentak

Calon Bupati Pemenang Pilkada Jadi Tahanan KPK, Mendagri Pastikan Tetap Melantik

Tjahjo mengaku dirinya akan tetap melantik hingga ada kekuatan hukum tetap yang menyatakan Syahri bersalah.

Calon Bupati Pemenang Pilkada Jadi Tahanan KPK, Mendagri Pastikan Tetap Melantik
KOMPAS.COM
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan dirinya akan tetap melantik Syahri Mulyo sebagai Bupati petahana Tulungagung yang kini menjadi tahanan KPK.

Setelah rekapitulasi hasil formulir C1 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tulungagung, Jawa Timur selesai dengan data masuk 100 persen, Syahri Mulyo menang dengan memperoleh suara 60,1 persen, Kamis (28/6/2018).

Meski terjerat kasus korupsi, Tjahjo mengatakan jika itu adalah keinginan dari masyarakat, maka ia akan tetap melanjutkan proses pelantikan.

 "Suara rakyat kan suara Tuhan. Apapun proses pilkada yang memilih masyarakat, siapa yang dipilih itu yang dimau masyarakat ya jalan terus," kata Tahjo seperti dikuti Tribunwow.com dari Kompas.com.

Tjahjo mengaku dirinya akan tetap melantik hingga ada kekuatan hukum tetap yang menyatakan Syahri bersalah.

"Tetap dilantik sampai ada kekuatan hukum tetap ia (Syahri Mulyo) bersalah atau tidak," kata Tjahjo ditemui usai apel bersama di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Tjahjo menambahkan, dirinya akan mencabut status bupati Syahri jika telah diputus bersalah.

"Kalau dia diputus bersalah nanti dicabut kembali (jabatan bupati)," tambah Tjahjo.

Diketahui, Syahri ditangkap KPK sebelum Hari Raya Idul Fitri 2018 lalu karena diduga menerima suap Rp 1 miliar terkait proyek peningkatan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung, dikutip Tribunwow dari Tribunnews.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengatakaan para pemilih yang menjadikan Syahri menjadi pemenang pilkada Tulungagung karena sewaktu menjabat, dirinya dinilai kerja bagus.

"Yang namanya suara rakyat, suara Tuhan itu dalam politik begitu. Mungkin bisa dipilih karena wakilnya bagus, mungkin karena kemarin kerjanya bagus, makanya rakyat senang," ujar Saut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Lebih lanjut, Saut menuturkan, kriteria seorang pemimpin tak bisa dinilai dari kinerja semata.

Baca: Gelar Sayembara Berhadiah, Maradona Cari Penyebar Hoaks yang Menyebutnya Meninggal Dunia

Menurut Saut, seorang pemimpin perlu memiliki integritas.

"Kinerjanya bagus, belakangan goyah, terlibat (kasus korupsi) terkait sama kita ada dua bukti, ya kita lakukan itu (operasi tangkap tangan)," kata Saut.

Selain itu, Saut menegaskan penangkapan yang dilakukan oleh KPK kepada Syahri Mulyo tidak ada kaitannya dengan unsur politis. (*)

Artikel Ini Sudah Tayang di TribunWow.com dengan Judul "Syahri Menangi Pilkada Tulungagung Meski sedang Terjerat Kasus Korupsi, Mendagri: Tetap Dilantik"

Editor: Arief
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved