Pilkada Serentak

Pengamat: Masyarakat Kalbar Sangat Dewasa dalam Berdemokrasi

Para elit, khususnya kontestan Pilkada saya fikir seharusnya juga menyikapi hasil Pilkada ini dengan dewasa.

Tayang:
Penulis: Ishak | Editor: Rizky Zulham

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik, Sosial dan Kemasyarakatan, Sabran Achyar menuturkan sebelum pelaksanaan Pilkada, telah diwarning oleh pusat. Bahwa satu di antara daerah yang rawan adalah Kalbar.

Simak penuturannya berikut ini:

"Tapi, hipotesa itu dibantah dengan fakta saat ini. Bahwa pelaksanaan Pilkada di Kalbar bisa berjalan dengan lancar dan aman.

Dalam kontestasi politik, adanya pihak yang memang dan kalah adalah satu hal yang biasa. Bagaimana adanya persaingan, pertentangan, saya kira itu sesuatu yang memang harus disikapi dengan kedewasaan.

Baca: Hasil Real Count Pilgub Kalbar, Sutarmidji - Norsan Unggul Sementara Hitung Cepat KPU

Bagaimana menjaga persaudaraan, menjaga integrasi sesama anak bangsa. Saya kira ini sudah dibuktikan masyarakat Kalbar dengan dilaksanakannya Pilkada kali ini dengan aman dan lancar.

Terkait dengan catatan-catatan kecil di lapangan, mungkin memang ada. Seperti beredarnya kampanye hitam yang menjelekkan satu di antara pasangan calon dan sebagainya.

Tapi saya fikir itu mesti diselidiki dengan seksama. Saya kira yang melakukan itu juga bukan dari paslon-paslon lain.

Sehingga mungkin saja ada kepentingan pihak-pihak tertentu dari luar. Yang menginginkan masyarakat Kalbar saling bertentangan satu sama lain.

Tapi, inilah yang saya katakan bahwa masyarakat Kalbar sangat dewasa dalam berdemokrasi. Bahwa Kalbar adalah masyarakat majemuk yang sangat kondusif.

Sehingga diharapkan setelah tuntasnya Pilkada, kembali pada persatuan dan kesatuan. Bersama-sama membangun Kalbar.

Modal terbesarnya adalah bagaimana masyarakat Kalbar menjadi pemilih cerdas. Sehingga usaha pihak-pihak luar yang mungkin ingin memecah belah persatuan dan kesatuan, bisa disikapi penuh kedewasaan.

Demikian juga dengan indikasi pelanggaran seperti money politics dan sebagainya. Sejauh ini, sepertinya belum ada sesuatu yang signifikan.

Para elit, khususnya kontestan Pilkada saya fikir seharusnya juga menyikapi hasil Pilkada ini dengan dewasa. Serahkan semuanya kepada KPU dan lembaga lainnya sebagai penyelenggara.

Alangkah baiknya apabila setiap Paslon tidak memproklamirkan kemenangan sepihak terlebih dahulu. Percayakan saja sepenuhnya kepada KPU.

Karena bukan tidak mungkin langkah itu bisa berdampak buruk di masyarakat. Walaupun sebenarnya klaim-klaim seperti itu sah-sah saja sebagai bagian strategi politik.

KPU saya fikir sejauh ini sudah bekerja sangat baik, tahapan demi tahapan pelaksanaannya. Hanya saja sedikit catatan untuk Panwas yang mungkin memang mengalami kendala karena banyak hal.

Bisa saja karena keterbasan personel untuk menjangkau seluruh wilayah pelaksanaan pemungutan suara yang sangat luas. Juga sarana dan prasarana pendukung serta pendanaan, agar bisa bekerja dengan profesional dan mengedepankan netralitas.

Ke depan, saya fikir Panwas ada baiknya menyertakan stakeholder. Apalagi sebaran wilayah Kalbar yang sangat luas, dengan ribuan titik TPS.

Jadi, Panwas harus memiliki partner untuk mengawasi jalannya pemilihan. Sebab itu juga satu dari kunci sukses pesta demokrasi ini agar jurdil bisa dikedepankan.

Di samping itu, setiap pelanggaran juga harus cepat di proses. Jangan sampai bekerja secara tidak profesional.

Kita mesti bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa, pelaksanaan Pilkada di Kalbar sejauh ini berjalan aman dan lancar. Butuh dukungan dari instansi terkait baik kepolisian, TNI, maupun stakeholder lainnya agar pasca pencoblosan ini kondusifitas bisa dijaga sampai semua prosesnya tuntas.

Demokrasi prosedural perlu dilaksanakan. Percayakan sepenuhnya semua prosesnya kepada penyelenggara.

Permasalah apapun yang ada di lapangan, dimusyawarahkan. Jika musyawarah mufakat tidak berjalan, ikuti aturan main yang sudah disediakan.

Tuntaskan semua permasalahan lewat jalur-jalur semestinya. Baik lewat lembaga seperti Bawaslu, Mahkamah Konstitusi, dan sebagainya. Jalur-jalur yang sudah ada dalam regulasi.

Setiap kontestasi apapun, pasti ada pihak yang memang dan kalah. Perlu diperhatikan masing-masing pasangan calon agar bisa bersikap dewasa.

Bagaimana kemenangan tidak direspon dengan euforia berlebihan. Demikian juga dengan pihak yang kalah, bahwa harus siap menerima kekalahan dengan jiwa lapang dan terbuka.

Perlu di ingat, bahwa Pilkada ini pemenangnya bukan satu di antara pasangan calon. Tapi Pilkada ini adalah kemenangan masyarakat secara keseluruhan di Kalbar.

Jadi, perlu pemahaman bahwa apapun hasil Pilkada, maka ini adalah kemenangan rakyat Kalbar secara keseluruhan. Tidak boleh dibedakan berdasarkan apapun, apalagi suku ras dan agama.

Para kontestan pun memang sudah semestinya memiliki komitmen bersama. Bahwa semua pihak harus siap menang dan sekaligus juga siap kalah.

Kemenangan ini adalah kemenangan untuk semua. Karenanya, Paslon yang menang harus bisa merangkul semua pihak.

Masyarakat saya fikir sudah sangat dewasa dalam menerima setiap hasil Pilkada. Tentu ini juga sudah diupayakan penyelenggara pemilu dan instansi terkait, sehingga masyarakat Kalbar bisa merasakan ketentraman dalam proses Pilkada tanpa harus menunggu kehidupan ekonomi politik dan sebagainya."

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved