Tersandung Kasus Pelanggaran HAM di Myanmar, Seorang Jenderal Dipecat

Sama halnya dengan Mayjen Maung, Letjen Aung Kyaw Zaw juga masuk di dalam daftar sanksi Uni Eropa.

Tersandung Kasus Pelanggaran HAM di Myanmar, Seorang Jenderal Dipecat
KHINE HTOO MRAT / AFP
Para prajurit angkatan darat Myanmar berpatroli di dekat perbatasan dengan Banglades. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, YANGOON - Seorang jenderal yang masuk dalam daftar sanksi Uni Eropa terkait pelanggaran HAM dalam krisis Rohingya dipecat oleh Militer Myanmar.

Keputusan untuk memecat Mayor Jenderal Maung Maung Soe, mantan komandan komando wilayah barat Myanmar disampaikan lewat media sosial Facebook pada Senin (25/6/2018) malam.

Pengumuman itu muncul setelah Uni Eropa memasukkan nama Mayjen Maung Maung Soe dalam daftar larangan berkunjung dan pembekuan aset.

Meski demikian, militer Myanmar tidak menyebut bahwa pemecatan sang jenderal terkait dengan sanksi Uni Eropa ini.

(Baca: Seorang Wanita Salat di Pinggir Kali Jadi Pusat Perhatian Warga, Tonton Videonya )

Militer Myanmar hanya mengatakan, pemecatan Mayjen Maung Maung Soe dari posisinya sebagai komandan wilayah komando barat terkait kegagalannya menjaga stabilitas negara bagian Rakhine. Militer Myanmar menambahkan, telah mengizinkan Letnan Jenderal Aung Kyaw Zaw, komandan biro operasi khusus, mengundurkan diri dengan alasan kesehatan.

Sama halnya dengan Mayjen Maung, Letjen Aung Kyaw Zaw juga masuk di dalam daftar sanksi Uni Eropa. Para jenderal ini masuk ke dalam daftar sanksi Uni Eropa karena keterlibatan atau keterkaitan mereka dalam kekerasan serta pelanggaran HAM terhadap etnis Rohingya di paruh kedua 2017.

(Baca: Divonis 4 Tahun Penjara, Mata Jennifer Dunn Merah dan Terdiam )

"Sejumlah pelanggaran itu termasuk pembunuhan, kekerasan seksual, dan pembakaran bangunan serta rumah warga Rohingya secara sistematis," demikian Uni Eropa.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Militer Myanmar Pecat Jenderal yang Terkait Kekerasan Rohingya"

Editor: Jamadin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved