Pilgub Kalbar

Tingkatkan Keamanan, Polres Sekadau Tambah Personel di TPS yang Dianggap Rawan

Anggon juga mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan intelijen Mabes Polri, Sekadau merupakan daerah yang tidak ada aliran garis keras.

Tingkatkan Keamanan, Polres Sekadau Tambah Personel di TPS yang Dianggap Rawan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIVALDI ADE MUSLIADI
Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi mengatakan, pihaknya akan mempertebal pengamanan di setiap TPS yang dianggap rawan. 

Polres Sekadau menerjunkan seluruh personilnya dalam upaya pengamanan Pilgub Kalbar 2018, dengan jumlah kekuatan 170 personil, ditambah sebanyak 60 personil BKO dari Polda Kalbar.

"Kita akan tambah personil di setiap TPS yang dianggap rawan. Itu kita lakukan setelah kita maping, di wilayah yang dianggap aman kita terjunkan satu personil untuk dua TPS," ujarnya, Senin (25/6).

(Baca: Truk Tabrak Pohon, Satu Kotak Surat Suara Rusak )

Anggon juga menyampaikan, bahwa paparan kerawanan oleh pihak Bawaslu meliputi sistem noken, intimidasi warga dan petugas, maka Polres Sekadau memploting sesuai kerawanan terutama TPS jauh. Seperti KM 02 dan Dusun Bungkong, selain itu ada personil yang standby untuk membackup baik dari Polda dan Brimob.

"Terhadap TPS rawan akan diberikan arahan khusus kepada Kapolsek, dan Petugas TPS sehingga dapat berkoordinasi dengan pihak  penyelnggara," katanya.

"Kami juga berupaya agar peronel Polres Sekadau yang terlibat dalam pengamanan TPS selain dengan pihak penyelenggara, dapat bekerjasama tokoh masyarakat setempat sehingga pencoblosan dapat berjalan aman dan kondusif," sambung Anggon.

Anggon juga mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan intelijen Mabes Polri, Sekadau merupakan daerah yang tidak ada aliran garis keras. 

(Baca: Antisipasi Kecurangan, Jajaran Panwas di Sintang Lakukan Patroli Pengawasan pada Masa Tenang )

"Itu berdasarkan data dari mabes Polri dan juga Polda Kalbar. Awalnya mereka juga tidak begitu yakin (adanya aliran garis keras), tetapi setelah dilakukan pengamatan kembali memang benar tidak ada," katanya.

"Kami tetap siaga tidak ada personil kami yang libur. Kami terus siaga. Mohon kerjasamanya untuk dapat menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sekadau ini," tukasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved