Piala Dunia

FIFA Usut Selebrasi Kontroversial Xhaka dan Shaqiri, Diduga Mengandung Unsur Politik

Xhaka juga adalah anak dari keluarga Kosovo, ayahnya pernah dipenjarakan Serbia pada tahun 1980-an sebelum bermigrasi ke Swiss.

FIFA Usut Selebrasi Kontroversial Xhaka dan Shaqiri, Diduga Mengandung Unsur Politik
KOLASE
Selebrasi Kontroversial Xhaka dan Shaqiri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri sama-sama senang bisa memenangkan pertandingan dengan kemenangan dramatis 2-1 Swiss atas Serbia, Jumat (22/6/2018).

Dua pemain ini sangat senang hingga akhirnya melakukan selebrasi dengan gerakan tangan yang berbahaya untuk memeringatinya.

Dalam kenyataannya ada makna yang lebih dalam arti sebenarnya gerakan tersebut.

Baca: Hasil Piala Dunia 2018, Babak I Belgia Sudah Unggul 3-1 dari Tunisia

Baca: Son Heung Min, Pemain Sepak Bola Korea Selatan yang Gantengnya Nggak Kalah Sama Boy Band

Diketahui, sejumlah pemain Swiss memiliki kewarganegaraan ganda atau memiliki status di negara lain.

Shaqiri misalnya, ia termasuk sebagai warga negara Swiss dan juga Kosovo.

"Saya lahir di Kosovo, tetapi saya dibesarkan di Swiss. Saya menjalani kedua mentalitas, itu bukan perbedaan besar," katanya.

Granit Xhaka mencetak gol pertama <a href='https://pontianak.tribunnews.com/tag/swiss' title='Swiss'>Swiss</a> dalam kemenangan 2-1 mereka

Granit Xhaka mencetak gol pertama Swiss dalam kemenangan 2-1 mereka (Mirror)

Baca: Video Mesum Mirip Wajah Aura Kasih Seret Nama Marion Jola! Sebut Hidung dan Leher

Namun, konotasi seperti tidak sederhana karena Kosovo adalah negara yang kemerdekaannya belum dianggap oleh Serbia sejak memutuskan berpisah dan mendeklarasikannya pada 17 Februari 2008.

Diketahui penduduk Kosovo adalah orang-orang beretnis Albania.

Halaman
12
Editor: Marlen Sitinjak
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved